Dpnews Indonesia || Cianjur– Warga kampung Gunung Calung RT 002/19 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur dilanda kecemasan usai Tembok penangkaran buaya jebol. Jumat, 4/10/2024.
Diketahui sebanyak 80 buaya titipan BKSDA yang ada di penangkaran sebagian ada yang kabur kelokasi galian C dan sawah dimana lokasi tersebut berdekatan dengan pemukiman warga. Walaupun kemarin sudah ada beberapa ekor buaya yang berhasil ditangkap oleh warga dan pengelola. Demikian dikatakan Ketua RT Desti Damayanti kepada Dpnews Indonesia saat dihubungi Via Whatsapp baru-baru ini.

“Saya dan warga lain jelas khawatir. Anak-anak yang biasanya berjalan kaki ke sekolah pun terpaksa harus kami awasi lebih ketat, ancaman dari buaya yang berkeliaran membuat warga semakin takut untuk beraktivitas di sekitaran sungai dan area yang dekat dengan penangkaran tersebut,” ungkap Desti.
Tidak hanya itu, warga juga mulai membentuk kelompok ronda malam untuk menjaga situasi di sekitar sungai.
“Saya sudah membatasi warga untuk tidak mandi atau melakukan aktivitas di sungai. Selain itu, kami tugaskan warga untuk berjaga malam, terutama di sekitar area sungai yang menjadi jalur buaya,” tegasnya.
Pihaknya juga memastikan bahwa pengawasan terus dilakukan. “Sejauh ini, Alhamdulillah tanggung jawab tetap kami jalankan dengan baik. Kami terus pantau situasi di sekitar sungai dan doser untuk menjaga keamanan bersama,” tambahnya.
“Pihak berwenang kini sedang melakukan pencarian dan berupaya menangkap kembali buaya yang lepas dari penangkaran. Namun, hingga saat ini belum ada laporan lebih lanjut mengenai buaya yang belum tertangkap,” ucap Desti.
Dan Kamipun meningkatkan patroli dan pengawasan rutin yg akan menjadi prioritas untuk menciptakan tingkat keamanan yang lebih baik lagi, dengan tujuan untuk keselamatan warga terutama bagi anak-anak yang bersekolah di sekitar lokasi. Tandasnya.











