Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Yayasan Cakra Nusantara dan Majlis Adat Gagang Cikundul Gelar Istighosah Bersama

403
×

Yayasan Cakra Nusantara dan Majlis Adat Gagang Cikundul Gelar Istighosah Bersama

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Yayasan Majalaya Cakra Nusantara bersama majlis adat gagang Cikundul.
menggelar kegiatan Istighosah
sebagai bentuk penghormatan kepada R. Jaya Sasana, R. Wiratanu/Eyang Cikundul atau Raja Gagang pendiri kabupaten Cianjur. Yang bertempat di Maqom keramat dalem Cikundul RT 02/01 Desa cijagang kec Cikalongkulon Cianjur, Jum’at 4 Juni 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua yayasan Majalaya Cakra Nusantara, kasi Intel Kejari Angga, Kapolsek Cikalongkulon Danramil Cikalongkulon kepala desa unsur forkompincam, serta masyarakat setempat.

Baca juga :  Bagi Rata Dana PIP Di SMK Arya Cendekia, Kepala Sekolah itu Tidak Melanggar

Ketua yayasan Majalaya Cakra Nusantara Susan mengatakan, pihaknya merasa sangat bersyukur, kendati di hari 10 Muharam masih dapat melakukan kegiatan Istighosah walau secara sederhana dan terbatas.

“Istighosah ini bertujuan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diberi keselamatan, kebaikan, serta kemudahan atas segala permasalahan dalam hidup,” katanya.

Baca juga :  Ricuh di Diskusi Pancasila UGM, Budiman Sudjatmiko Klaim Jadi Sasaran Protes Mahasiswa

Susane menjelaskan, manfaat dari Istighosah sama halnya dengan manfaat do’a dan dzikir, karena kajian dalam pengajian istighosah didalamnya ada do’a dan zikir yang dibaca dan dilafadkan bersama-sama.

“Do’a dan zikir, sangat banyak manfaatnya,” ungkap Susane.

Selain itu Susane menegaskan bahwa tidak akan ada Cianjur bila tidak yang mendirikannya.

Baca juga :  Pemdes Tanjung Baru Apresiasi Tinggi Polsek Cikarang Timur di Hari Bhayangkara ke-80

“Dalam rangka memperingati hari jadi Cianjur, Kami juga mieling dan mepeling dan ini perlu di ingatkan kembali kepada generasi bahwa tidak akan ada Cianjur hari ini kalau tidak ada yang mendirikannya,” ungkap susan.

Selian itu Susan mengungkap bahwa Raden Cikundul adalah seorang raja gagang.

“Kami juga ingin mengangkat bahwa R. Aria wiratanu ini adalah seorang raja Gagang yang mempunyai karakter kepemimpinan yang di percaya oleh kerajaan kerajaan kecil pada saat itu” ungkapnya.

Baca juga :  KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assiddiki yang Diduga Terima Rp 2 Miliar dari Anggota DPR

Lebih lanjut ketua yayasan Susan mengungkap acara yang baru pertama kali dilakukan atas nama turunan dan trah R. Aria Cikundul.

“Acara ini pertama kali kita lakukan atas nama turunan dan trah, juga para penggiat budaya,” tutupnya.

Baca juga :  Kapolres Purwakarta Turun Langsung Ke Lokasi Kecelakaan Beruntun Di Tol Cipularang

Diketahui, kegiatan tersebut diselenggarakan pada momen peringatan Asyura yaitu hari ke-10 pada bulan Muharram dalam Kalender Hijriyah, yang mana hari itu menjadi terkenal karena bagi kalangan Syi’ah dan sebagian Sufi merupakan hari berkabungnya atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad Saw pada Pertempuran Karbala tahun 61 H.

Pada kesempatan yang sama,
Vasi Intel Kejari Angga mengatakan
Dalam wujud nilai sejarah keagamaan dan kebudayaan pemerintah harus mendukung lewat strategis daerah.

Baca juga :  Sambang dan Dialogis Dengan Para Pedagang Pasar Tradisional Oleh AKP Kenedy Joko Lelono

“Kami hadir dari kejaksaan dalam kontek bidang intelijen untuk memitigasi akan adanya AGHT dalam perwujudan nilai sejarah, baik itu agama, kebudayaan, pendidikan yang tentunya jadi konsen bersama dan ini harus di dukung lewat strategis daerah supaya bisa di kelola dengan baik,” ungkapnya.

“Kami berharap dalam melakukan mitigasi ini jangan sampai ada konflik, di desa dan masyarakat karena ini menjadi rom model yang harus kita lestarikan,” tutupnya.

Baca juga :  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Satgas Yonif 131/Brajasakti Mengajar di SDN YPPK Wembi Perbatasan Papua
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!