Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Yayasan Cakra Nusantara dan Majlis Adat Gagang Cikundul Gelar Istighosah Bersama

432
×

Yayasan Cakra Nusantara dan Majlis Adat Gagang Cikundul Gelar Istighosah Bersama

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Yayasan Majalaya Cakra Nusantara bersama majlis adat gagang Cikundul.
menggelar kegiatan Istighosah
sebagai bentuk penghormatan kepada R. Jaya Sasana, R. Wiratanu/Eyang Cikundul atau Raja Gagang pendiri kabupaten Cianjur. Yang bertempat di Maqom keramat dalem Cikundul RT 02/01 Desa cijagang kec Cikalongkulon Cianjur, Jum’at 4 Juni 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua yayasan Majalaya Cakra Nusantara, kasi Intel Kejari Angga, Kapolsek Cikalongkulon Danramil Cikalongkulon kepala desa unsur forkompincam, serta masyarakat setempat.

Baca juga :  Bung Ropan Curiga Niat John Herdman Manfaatkan FIFA Matchday Juni untuk Persiapan AFF dan ASEAN Cup

Ketua yayasan Majalaya Cakra Nusantara Susan mengatakan, pihaknya merasa sangat bersyukur, kendati di hari 10 Muharam masih dapat melakukan kegiatan Istighosah walau secara sederhana dan terbatas.

“Istighosah ini bertujuan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diberi keselamatan, kebaikan, serta kemudahan atas segala permasalahan dalam hidup,” katanya.

Baca juga :  Chery Hadirkan Advanced Parking Tech: Parkir Otomatis via Ponsel Pintar

Susane menjelaskan, manfaat dari Istighosah sama halnya dengan manfaat do’a dan dzikir, karena kajian dalam pengajian istighosah didalamnya ada do’a dan zikir yang dibaca dan dilafadkan bersama-sama.

“Do’a dan zikir, sangat banyak manfaatnya,” ungkap Susane.

Selain itu Susane menegaskan bahwa tidak akan ada Cianjur bila tidak yang mendirikannya.

Baca juga :  Pengacara Korban Dugaan Pemerkosaan Anak: Kasus Harus Dilanjutkan ke Jalur Hukum

“Dalam rangka memperingati hari jadi Cianjur, Kami juga mieling dan mepeling dan ini perlu di ingatkan kembali kepada generasi bahwa tidak akan ada Cianjur hari ini kalau tidak ada yang mendirikannya,” ungkap susan.

Selian itu Susan mengungkap bahwa Raden Cikundul adalah seorang raja gagang.

“Kami juga ingin mengangkat bahwa R. Aria wiratanu ini adalah seorang raja Gagang yang mempunyai karakter kepemimpinan yang di percaya oleh kerajaan kerajaan kecil pada saat itu” ungkapnya.

Baca juga :  Sat Samapta Polres Purwakarta Lakukan Pengawalan Tahanan Dari Lapas Ke Pengadilan

Lebih lanjut ketua yayasan Susan mengungkap acara yang baru pertama kali dilakukan atas nama turunan dan trah R. Aria Cikundul.

“Acara ini pertama kali kita lakukan atas nama turunan dan trah, juga para penggiat budaya,” tutupnya.

Baca juga :  Pedagang Keliling Diduga Tenggelam Usai Sampan Terbalik di Waduk Cirata, Polisi dan Tim SAR Lakukan Pencarian

Diketahui, kegiatan tersebut diselenggarakan pada momen peringatan Asyura yaitu hari ke-10 pada bulan Muharram dalam Kalender Hijriyah, yang mana hari itu menjadi terkenal karena bagi kalangan Syi’ah dan sebagian Sufi merupakan hari berkabungnya atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad Saw pada Pertempuran Karbala tahun 61 H.

Pada kesempatan yang sama,
Vasi Intel Kejari Angga mengatakan
Dalam wujud nilai sejarah keagamaan dan kebudayaan pemerintah harus mendukung lewat strategis daerah.

Baca juga :  PKTD Normalisasi Saluran Irigasi 2 Km di Kp. Cijujung, Hektaran Sawah Kembali Lancar Terairi

“Kami hadir dari kejaksaan dalam kontek bidang intelijen untuk memitigasi akan adanya AGHT dalam perwujudan nilai sejarah, baik itu agama, kebudayaan, pendidikan yang tentunya jadi konsen bersama dan ini harus di dukung lewat strategis daerah supaya bisa di kelola dengan baik,” ungkapnya.

“Kami berharap dalam melakukan mitigasi ini jangan sampai ada konflik, di desa dan masyarakat karena ini menjadi rom model yang harus kita lestarikan,” tutupnya.

Baca juga :  Polres Metro Bekasi Kerahkan 150 Personil Pengamanan Pendaftaran Pilkada 2024
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!