Dpnews Indonesia || Cianjur – Dinas kesehatan kabupaten Cianjur gencar lakukan Fogging untuk mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Sementara itu Dinas kesehatan mencatat satu orang dilaporkan meninggal dunia yang di sebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hal itu di benarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Yusman Faisal, ia mengatakan satu orang tercatat meninggal dunia.
“Ada warga Bojong herang meninggal dunia, tapi lebih ke arah komplikasi kronis,” kata Yusman kepada wartawan kamis 22 mei 2025.
Namun kata Yusman untuk pemberantasan nyamuk pihaknya akan tetap fokus lakukan fogging.
“Untuk pemberantasan nyamuk kita lakukan fogging dan pemberdayaannya kepada masyarakat kita lakukan PSN,” lanjutnya.
Selain itu Yusman mengatakan dibandingkan tahun sebelumnya angka Kematian menurun drastis.
“Untuk tahun ini secara total, apa bila dibandingkan dengan tahun kemarin pada bulan yang sama itu jauh menurun baik itu kesakitan maupun kematian nya,” jelasnya.
Selain itu Yusman menghimbau pemberantasan sarang nyamuk.
“Untuk warga masyarakat kita titipkan pemberdayaan untuk pemberantasan sarang nyamuk karena kalau nyamuk dewasanya mati di fogging tapi jentik-jentik masih ada nanti bisa berkembang biak jadi nyamuk dewasa lagi, jadi tidak ada tuntasnya,” imbuhnya.
Yusman juga menambahkan faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap DBD terutama lingkungan yang kurang bersih.
“Faktor lingkungan pengaruh DBD ini paling penting, terutama lingkungan yang kurang bersih, terutama saluran air tempat berkembang biakkan nyamuk itu harus kita monitor terus jangan sampai ada yang tersumbat, itu dengan gerakan 3M tuntas,” tutupnya.











