Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatan

1 Meninggal Dunia Terserang DBD, Dinkes Cianjur Lakukan Fogging

524
×

1 Meninggal Dunia Terserang DBD, Dinkes Cianjur Lakukan Fogging

Sebarkan artikel ini

Pengendalian penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Dpnews Indonesia || Cianjur – Dinas kesehatan kabupaten Cianjur gencar lakukan Fogging untuk mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Sementara itu Dinas kesehatan mencatat satu orang dilaporkan meninggal dunia yang di sebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Baca juga :  Usai Libur Lebaran Aturan Ganjil Genap Jakarta Berlaku atau Tidak

Hal itu di benarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Yusman Faisal, ia mengatakan satu orang tercatat meninggal dunia.

“Ada warga Bojong herang meninggal dunia, tapi lebih ke arah komplikasi kronis,” kata Yusman kepada wartawan kamis 22 mei 2025.

Baca juga :  Pengurus Dewan Partai Demokrat Memberikan Pendidikan Politik Untuk Kader PAC dan Ranting

Namun kata Yusman untuk pemberantasan nyamuk pihaknya akan tetap fokus lakukan fogging.

“Untuk pemberantasan nyamuk kita lakukan fogging dan pemberdayaannya kepada masyarakat kita lakukan PSN,” lanjutnya.

Baca juga :  KPU Kabupaten Bekasi Menetapkan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih di Rapat Pleno Terbuka

Selain itu Yusman mengatakan dibandingkan tahun sebelumnya angka Kematian menurun drastis.

“Untuk tahun ini secara total, apa bila dibandingkan dengan tahun kemarin pada bulan yang sama itu jauh menurun baik itu kesakitan maupun kematian nya,” jelasnya.

Baca juga :  Peduli Kesehatan, Bhabinkamtibmas Maja Selatan Dampingi Kegiatan Fogging di Desa Binaan

Selain itu Yusman menghimbau pemberantasan sarang nyamuk.

“Untuk warga masyarakat kita titipkan pemberdayaan untuk pemberantasan sarang nyamuk karena kalau nyamuk dewasanya mati di fogging tapi jentik-jentik masih ada nanti bisa berkembang biak jadi nyamuk dewasa lagi, jadi tidak ada tuntasnya,” imbuhnya.

Baca juga :  Oknum Pejabat Dewan Aktif Kabupaten Bekasi Diduga Terjerat Kasus Narkoba

Yusman juga menambahkan faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap DBD terutama lingkungan yang kurang bersih.

“Faktor lingkungan pengaruh DBD ini paling penting, terutama lingkungan yang kurang bersih, terutama saluran air tempat berkembang biakkan nyamuk itu harus kita monitor terus jangan sampai ada yang tersumbat, itu dengan gerakan 3M tuntas,” tutupnya.

Baca juga :  Jenazah Aipda Yudhi Perdana Putra dan Teriyo Tiba di RS Bhayangkara
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!