Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatan

1 Meninggal Dunia Terserang DBD, Dinkes Cianjur Lakukan Fogging

464
×

1 Meninggal Dunia Terserang DBD, Dinkes Cianjur Lakukan Fogging

Sebarkan artikel ini

Pengendalian penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Dpnews Indonesia || Cianjur – Dinas kesehatan kabupaten Cianjur gencar lakukan Fogging untuk mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Sementara itu Dinas kesehatan mencatat satu orang dilaporkan meninggal dunia yang di sebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Baca juga :  ‎Proyek Pemeliharaan Ruas Jalan Majalengka-Dawuan Sesuai Spesifikasi Teknis

Hal itu di benarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Yusman Faisal, ia mengatakan satu orang tercatat meninggal dunia.

“Ada warga Bojong herang meninggal dunia, tapi lebih ke arah komplikasi kronis,” kata Yusman kepada wartawan kamis 22 mei 2025.

Baca juga :  Polres Majalengka Lakukan Fogging Untuk cegah Penyebaran DBD

Namun kata Yusman untuk pemberantasan nyamuk pihaknya akan tetap fokus lakukan fogging.

“Untuk pemberantasan nyamuk kita lakukan fogging dan pemberdayaannya kepada masyarakat kita lakukan PSN,” lanjutnya.

Baca juga :  Abpednas Purwakarta Desak Pj Bupati Segera Di Bayarkan Beberapa bulan Yang Belum Terima Siltap

Selain itu Yusman mengatakan dibandingkan tahun sebelumnya angka Kematian menurun drastis.

“Untuk tahun ini secara total, apa bila dibandingkan dengan tahun kemarin pada bulan yang sama itu jauh menurun baik itu kesakitan maupun kematian nya,” jelasnya.

Baca juga :  Video Viral: Aksi Pria Paruh Baya Diduga Lecehkan Sales Perempuan Saat Tawarkan Produk Rokok, Tingkah Laku Tuai Kecaman Netizen

Selain itu Yusman menghimbau pemberantasan sarang nyamuk.

“Untuk warga masyarakat kita titipkan pemberdayaan untuk pemberantasan sarang nyamuk karena kalau nyamuk dewasanya mati di fogging tapi jentik-jentik masih ada nanti bisa berkembang biak jadi nyamuk dewasa lagi, jadi tidak ada tuntasnya,” imbuhnya.

Baca juga :  Sat Lantas Polres Purwakarta Temukan Jalan Berlubang Dan Bergelombang Saat Lakukan Survei Jalur

Yusman juga menambahkan faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap DBD terutama lingkungan yang kurang bersih.

“Faktor lingkungan pengaruh DBD ini paling penting, terutama lingkungan yang kurang bersih, terutama saluran air tempat berkembang biakkan nyamuk itu harus kita monitor terus jangan sampai ada yang tersumbat, itu dengan gerakan 3M tuntas,” tutupnya.

Baca juga :  Peraturan Daerah Sampah Cianjur Diperbarui, Denda Maksimal Naik Drastis ke 10 Juta Rupiah
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!