Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatan

1 Meninggal Dunia Terserang DBD, Dinkes Cianjur Lakukan Fogging

491
×

1 Meninggal Dunia Terserang DBD, Dinkes Cianjur Lakukan Fogging

Sebarkan artikel ini

Pengendalian penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Dpnews Indonesia || Cianjur – Dinas kesehatan kabupaten Cianjur gencar lakukan Fogging untuk mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Sementara itu Dinas kesehatan mencatat satu orang dilaporkan meninggal dunia yang di sebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Baca juga :  KPU Kabupaten Bekasi Tegaskan Pihaknya Masih Mengacu Pada Peraturan Yang Lama

Hal itu di benarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Yusman Faisal, ia mengatakan satu orang tercatat meninggal dunia.

“Ada warga Bojong herang meninggal dunia, tapi lebih ke arah komplikasi kronis,” kata Yusman kepada wartawan kamis 22 mei 2025.

Baca juga :  Polisi Tetapkan Adam Deni Tersangka Perusakan Ruko dan Kepemilikan Airsoft Gun di Jakarta Utara

Namun kata Yusman untuk pemberantasan nyamuk pihaknya akan tetap fokus lakukan fogging.

“Untuk pemberantasan nyamuk kita lakukan fogging dan pemberdayaannya kepada masyarakat kita lakukan PSN,” lanjutnya.

Baca juga :  Polres Majalengka Lakukan Fogging Untuk cegah Penyebaran DBD

Selain itu Yusman mengatakan dibandingkan tahun sebelumnya angka Kematian menurun drastis.

“Untuk tahun ini secara total, apa bila dibandingkan dengan tahun kemarin pada bulan yang sama itu jauh menurun baik itu kesakitan maupun kematian nya,” jelasnya.

Baca juga :  Pemerintahan Kecamatan Mande Bersama Baznas Cianjur Santuni Anak Yatim

Selain itu Yusman menghimbau pemberantasan sarang nyamuk.

“Untuk warga masyarakat kita titipkan pemberdayaan untuk pemberantasan sarang nyamuk karena kalau nyamuk dewasanya mati di fogging tapi jentik-jentik masih ada nanti bisa berkembang biak jadi nyamuk dewasa lagi, jadi tidak ada tuntasnya,” imbuhnya.

Baca juga :  Batituud Koramil Jatitujuh Hadiri Festival Pecunan 2025, Semarak Budaya dan Wisata Air di Majalengka

Yusman juga menambahkan faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap DBD terutama lingkungan yang kurang bersih.

“Faktor lingkungan pengaruh DBD ini paling penting, terutama lingkungan yang kurang bersih, terutama saluran air tempat berkembang biakkan nyamuk itu harus kita monitor terus jangan sampai ada yang tersumbat, itu dengan gerakan 3M tuntas,” tutupnya.

Baca juga :  Komisi IV DPRD Bekasi Soroti Kasus 78 TKA Ilegal, Minta Perusahaan Ditindak Tegas
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!