Dpnews Indonesia || Cianjur – Duka mendalam menyelimuti keluarga Deudeu, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Salanangka, Desa Sindangsari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Setelah 17 tahun tanpa kabar sejak keberangkatannya ke Arab Saudi pada tahun 2008, keluarga akhirnya mendapat kepastian menyakitkan: Deudeu telah meninggal dunia di Riyadh.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh majikannya di Riyadh kepada keluarga, setelah dilakukan penelusuran intensif atas permintaan keluarga melalui Forum Buruh Migran Nusantara dan Pemerintah Desa Sindangsari.
Agus Suherman, kerabat keluarga sekaligus aktivis buruh Migran, membenarkan bahwa pihak keluarga telah menerima informasi resmi terkait wafatnya Deudeu.
“Setelah bertahun-tahun penuh harap dan penantian, kami menerima kabar bahwa Deudeu, atau yang dikenal di tempat kerjanya sebagai ‘Patimah’, telah meninggal dunia di Riyadh karena sakit,” ungkap Agus, Kamis (27/6/2025).
Menurut Agus, jenazah Deudeu telah dipastikan keberadaannya dan seluruh proses administrasi untuk pemulangan ke tanah air telah dimulai. Pemerintah melalui Disnakertrans dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh juga dikabarkan tengah memfasilitasi kepulangan jenazah ke kampung halaman.
“Alhamdulillah, meskipun ini bukan kabar yang diharapkan, tapi setidaknya keluarga kini bisa mengetahui nasib almarhumah. Mereka bisa memakamkan dengan layak di tanah kelahiran,” ujarnya.
Masih kata Agus ” Saya berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada keluarga, termasuk memastikan hak-hak ketenagakerjaan almarhumah selama menjadi PMI bisa dituntaskan.”
“Kepergian Deudeu menambah daftar panjang kisah perjuangan para PMI yang bertahun-tahun mengabdi di luar negeri demi keluarga dan masa depan. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya perlindungan dan pemantauan berkelanjutan terhadap para pekerja migran Indonesia di manapun mereka berada,” pungkasnya.











