Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Kepulangan Jemaah Haji Kloter 56 Asal Cianjur Tiba Ditanah Air

394
×

Kepulangan Jemaah Haji Kloter 56 Asal Cianjur Tiba Ditanah Air

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Jemaah haji asal Kabupaten Cianjur yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) terakhir, yakni Kloter 56, telah tiba kembali di Tanah Air setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, Rabu 9 Juni 2025.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Cianjur, Saeful Ulum, menyampaikan bahwa pada musim haji tahun 2025 ini, Kloter 56 terdiri dari 66 orang jemaah asal Cianjur yang bergabung bersama jemaah dari Kabupaten Sukabumi.

Baca juga :  Desa Mulyasari Salurkan Bantuan Pangan Beras 20 kg Ke Keluarga Penerima Manfaat

 

“Biasanya satu kloter berisi 442 orang, namun kali ini jemaah asal Cianjur hanya 66 orang. Untuk itu diperlukan ketelitian dan kerja sama dari para pendamping, agar tidak tertukar barang dan koper milik jemaah,” jelas Saeful.

Ia pun bersyukur karena proses kepulangan jemaah berjalan lancar.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah bisa kembali dengan membawa koper besar dan kecil mereka, dalam kondisi sehat dan bahagia. Mudah-mudahan mereka menjadi haji yang mabrur dan mampu memberikan teladan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga :  Hari Natal, Pantauan Lalin di Pospam X (Sepuluh ) Terpantau Lancar

Saeful juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan haji, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, pihak keamanan (TNI, Polri, Satpol PP), hingga rekan-rekan media yang ikut berperan sejak awal hingga akhir proses haji.

Namun demikian, Saeful turut menyampaikan kabar duka bahwa ada dua jemaah haji asal Cianjur yang wafat di Tanah Suci.

Baca juga :  Pemkab Cianjur Luncurkan Program Peningkatan Kapasitas Pembinaan Karakter dan Bela Negara

“Satu orang jemaah laki-laki dari Desa Cimenteng, Kecamatan Cugenang, meninggal dunia di Arafah. Sementara satu jemaah perempuan mengalami masalah kesehatan dan wafat di Rumah Sakit Abdul Azizah, Makkah,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah daerah merencanakan kegiatan silaturahmi dan ramah tamah bersama seluruh jemaah haji yang telah pulang.

Baca juga :  Ironi Fungsi Diplomasi: Jeritan PMI Korban TPPO di Irak dan Dugaan Kelalaian Pelayanan KBRI

“Kita sudah siapkan dua opsi waktu untuk kegiatan tersebut, tinggal menyesuaikan dengan jadwal Pak Bupati. Sebelumnya, untuk kepulangan kloter pertama sempat disambut langsung oleh Bupati, dan kloter 38 disambut oleh Wakil Bupati,” tambahnya.

Saeful menegaskan pentingnya evaluasi dan peningkatan pelayanan haji di masa mendatang.

Baca juga :  Pelatihan Kepribadian dan Etika Berorganisasi

“Pelayanan di Arab Saudi tetap perlu dievaluasi dan disosialisasikan, terutama terkait otoritas pemerintah Saudi dalam penentuan kebijakan dan layanan. Walau ada sejumlah kendala di Makkah, seluruh jemaah tetap bersyukur dan pulang tanpa keluhan berarti,” ujarnya.

Ia menutup dengan harapan agar para jemaah bisa menjadi haji yang mabrur, serta terus menyebarkan semangat ibadah dan keteladanan di tengah masyarakat.

Baca juga :  Kebebasan Pers Penopang Kuat Atas Keutuhan NKRI
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!