Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Gerakan Pemuda Ansor dan Santri Cianjur Geruduk Pendopo Bupati, Tuntut Realisasi Janji Kampanye

256
×

Gerakan Pemuda Ansor dan Santri Cianjur Geruduk Pendopo Bupati, Tuntut Realisasi Janji Kampanye

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Ratusan santri dan anggota Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Kabupaten Cianjur, Kamis (20 November 2025). Aksi damai ini menuntut Bupati Cianjur, Wahyu, dan Wakil Bupati (Wabup), Ramzi, untuk segera merealisasikan janji-janji kampanye yang dinilai mangkrak.

Koordinator aksi, Fawaid Abdul Qudus, menyatakan bahwa tiga janji utama yang hingga kini belum ditepati adalah pemberian insentif untuk guru ngaji dan imam masjid, insentif sebesar Rp 25 juta per tahun untuk setiap Rukun Tetangga (RT), serta bantuan operasional sebesar Rp 300 juta untuk setiap lembaga pesantren.

Baca juga :  DPD dan DPC ABPEDNAS Cianjur Perkuat Pengawasan Dapur SPPG Lewat Program Jaga Desa Kejaksaan

“Bupati dan wakil bupati harus merealisasikan janji mereka. Jika tidak, lebih baik mereka mundur dari jabatannya,” tegas Fawaid di hadapan massa aksi.

Menurut para pengunjuk rasa, aksi ini akan berlanjut hingga tuntutan mereka dipenuhi. Namun, dalam kesempatan tersebut, Bupati Wahyu dan Wabup Ramzi tidak hadir untuk menemui perwakilan massa.

Baca juga :  H. Yusuf Fathullah Fajri jadi Ketua Tim Sukses Bakal Calon Bupati Bekasi H. Faizal Hafan Farid

Dalam orasinya, para peserta aksi menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dianggap mengingkari kontrak politik dengan masyarakat. Janji-janji kampanye yang seharusnya menjadi program unggulan dan agenda utama pemerintahan selama lima tahun ke depan, justru tidak terlihat realisasinya dalam penganggaran APBD.

“Mereka hanya menganggap guru ngaji, pesantren, RT, dan RW sebagai komoditas politik saat pilkada. Setelah meraih kekuasaan, janji-janji itu dilupakan,” ujar salah seorang peserta aksi.

Baca juga :  ‎Dualisme Kewenangan APIP dan APH Dalam Penanganan Kasus Dana Hibah KONI Majalengka

Aksi ini juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur untuk menjalankan fungsi pengawasan (kontroling) dan anggaran (budget air) secara maksimal terhadap janji-janji politik pasangan Bupati dan Wakil Bupati.

Secara tegas, GP Ansor dan ratusan santri mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk:

Baca juga :  Tasyakuran Walimatus Safar Haji: Ulung Purnama, S.H.,M.H Digelar Khidmat di Cikarang Kota

1. Merealisasikan insentif RT sebesar Rp 25 juta per tahun.
2. Merealisasikan insentif untuk guru ngaji dan imam masjid.
3. Merealisasikan bantuan sebesar Rp 300 juta per lembaga pesantren.

Mereka memberikan ultimatum tegas: “REALISASI atau MUNDUR!”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Cianjur, maupun Wakil Bupati, terkait tuntutan dari GP Ansor dan para santri tersebut.

Baca juga :  Persib Bandung Raih Kemenangan Dramatis 2-1 atas PSM Makassar
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!