Dpnews Indonesia || Jakarta – Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) di tingkat pangkalan dan agen resmi nasional tetap stabil hingga hari ini, Minggu (21/12/2025). Tidak ada penyesuaian harga baik untuk varian subsidi maupun non-subsidi sepanjang bulan Desember ini.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga LPG subsidi tabung 3 kg (gas melon) di pangkalan resmi masih bertahan pada level Rp19.000 per tabung, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sementara di tingkat pengecer atau sub-pangkalan, harga sedikit lebih tinggi mencapai Rp22.000 per tabung, termasuk biaya pengantaran.
Untuk LPG non-subsidi, harga Bright Gas 5,5 kg dibanderol sekitar Rp110.000 per tabung, sedangkan tabung 12 kg sekitar Rp210.000 per tabung di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.
Harga ini belum mengalami perubahan signifikan sejak akhir 2023, meski bervariasi antarprovinsi akibat faktor distribusi dan ongkos angkut.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga menyatakan, stabilitas harga ini didukung oleh pasokan yang aman menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Stok LPG nasional tercukupi, dan kami terus memantau distribusi agar tetap lancar,” ujar sumber dari Pertamina.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga memastikan tidak ada rencana penyesuaian harga LPG subsidi hingga akhir tahun. Namun, revisi Perpres terkait distribusi LPG 3 kg sedang dipersiapkan untuk 2026, guna memastikan subsidi tepat sasaran.
Masyarakat diimbau membeli LPG subsidi hanya di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET, serta melaporkan jika menemukan penjualan di atas ketentuan.











