Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Presiden Prabowo Subianto Tanggapi Kritik Militerisme: Kritik Menyelamatkan, Saya Terima Kasih

233
×

Presiden Prabowo Subianto Tanggapi Kritik Militerisme: Kritik Menyelamatkan, Saya Terima Kasih

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan sikap terbuka terhadap kritik dalam pidato puncak Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Pidato tersebut menjadi sorotan karena secara langsung merespons tudingan sejumlah pihak yang menyebut pemerintahannya berupaya menghidupkan kembali praktik militerisme.

Baca juga :  Dua Oknum Guru Ngaji Jadi Tersangka Kasus Asusila Santriwati di Bekasi

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan bahwa kritik dan koreksi justru berfungsi sebagai pengingat dan penyelamat bagi dirinya sebagai pemimpin.

“Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih ada yang teriak-teriak: Prabowo ini mau hidupkan kembali militerisme! Wah, baru saya koreksi. Apa benar? Oke, baru kita lihat, panggil ahli hukum, mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” ujar Prabowo dengan nada santai namun tegas.

Baca juga :  Prabowo Bela Pengemudi Ojol, Desak Potongan Aplikasi Dibawah 10 Persen

Presiden menekankan pentingnya membedakan antara kritik membangun dan fitnah yang dapat memecah belah bangsa.

Menurutnya, ruang kebebasan berpendapat di era media sosial harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab, bukan untuk menyebarkan asumsi liar atau kebohongan yang hanya memicu kegaduhan.

Baca juga :  BMKG Ingatkan Potensi Megatsunami di Ambon hingga 100 Meter

Pidato ini disampaikan di tengah suasana harmoni keagamaan, di mana Prabowo juga menjadikan perayaan Natal Nasional sebagai simbol kuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Ia menilai peristiwa tersebut membuktikan bahwa bangsa majemuk seperti Indonesia mampu hidup rukun dan bersatu.

Baca juga :  LKPM Majalengka Soroti Wacana Penyeragaman Menu MBG, Nilai Berpotensi Picu Kelangkaan dan Kenaikan Harga Pangan

Tanggapan Prabowo terhadap kritik tersebut mendapat perhatian luas di media sosial, di mana sejumlah netizen menyoroti keterbukaan presiden sebagai langkah positif dalam demokrasi.

Namun, sebagian kalangan tetap meminta bukti implementasi kebijakan yang lebih menjamin keseimbangan antara kepemimpinan tegas dan penghormatan terhadap prinsip demokrasi.

Baca juga :  Satlantas Polres Purwakarta Terus Edukasi Warga Soal Keselamatan Berlalulintas

Hingga kini, pemerintahan Prabowo-Gibran terus menjalankan agenda prioritas seperti pemulihan pascabencana alam di sejumlah wilayah Sumatera serta program-program ketahanan ekonomi nasional di awal tahun 2026.

Pidato kali ini menjadi sinyal bahwa pemerintah siap menerima masukan publik demi perbaikan berkelanjutan.

Dengan demikian, pernyataan Presiden Prabowo diharapkan dapat meredam polarisasi dan memperkuat ruang dialog konstruktif di tengah dinamika politik tanah air.

Baca juga :  Prabowo Terima Dudung dan Luhut di Istana, Bahas Pertahanan hingga Ekonomi Nasional
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!