Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Wakil Ketua KPK Jabar Setda KBB Dorong Masifkan Edukasi UU Keterbukaan Informasi Publik

177
×

Wakil Ketua KPK Jabar Setda KBB Dorong Masifkan Edukasi UU Keterbukaan Informasi Publik

Sebarkan artikel ini

​Dpnews Indonesia || Bandung Barat – Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat (KPK JABAR) Setda Kabupaten Bandung Barat menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai hak akses informasi. Hal ini dinilai menjadi hambatan dalam pengawasan anggaran negara di tingkat daerah.

​Wakil Ketua Setda KBB, Ade Surya Abadi, menyatakan keprihatinannya atas fenomena masyarakat yang masih “gagal paham” terhadap Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Menurutnya, tanpa pemahaman hukum yang kuat, fungsi kontrol sosial tidak akan berjalan maksimal.

Baca juga :  Satgas TMMD Ke-119 Kodim 0617 Majalengka Kebut Renovasi Madrasah

Edukasi Pemerintah Sebagai Kunci

Berbicara kepada awak media pada Jumat (16/01/26), tokoh masyarakat asal Kecamatan Cipeundeuy ini menekankan bahwa pemerintah memiliki kewajiban moral untuk memberikan edukasi yang masif.

“Masyarakat harus paham bahwa setiap rupiah yang digelontorkan pemerintah adalah uang rakyat. Edukasi dari pemerintah sangat penting agar warga tahu hak mereka dalam mengakses informasi publik,” tegas Ade.

Baca juga :  Disbudpora Mempersiapkan Acara Hari Jadi Kabupaten Bekasi Ke-75 dan HUT RI Ke-80

​Ade menyayangkan adanya rasa takut atau ragu di tengah warga untuk menjalankan fungsi pengawasan. Ia menilai ketidaktahuan terhadap payung hukum sering kali membuat masyarakat menarik diri dari pengawasan anggaran di wilayahnya sendiri.

Poin Utama Pengawasan Masyarakat

​Dalam kesempatan tersebut, Ade Surya Abadi menyampaikan tiga poin krusial yang harus dipahami oleh publik:

Baca juga :  Satgas Citarum Harum Sektor 12 Angkat Gulma Eceng Gondok di Dermaga Coklat
  • Hak Konstitusional: Masyarakat memiliki hak penuh untuk mengetahui peruntukan dan penggunaan anggaran publik.
  • Pengawasan Bersama: Mengajak warga aktif mengawal anggaran guna menutup celah penyalahgunaan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
  • ​Target Kesejahteraan: Memastikan program pemerintah, terutama terkait ketahanan pangan, tepat sasaran bagi hajat hidup orang banyak.

​Harapan untuk Ketahanan Pangan

Menutup pernyataannya, Ade menegaskan bahwa kontrol sosial yang kuat adalah kunci suksesnya pembangunan. Ia berharap masyarakat tidak lagi merasa asing dengan proses transparansi anggaran.

Baca juga :  Kuasa Hukum Komando dan Pelapor Penuhi Panggilan Polres Metro Bekasi Sebagai Saksi

“Jangan takut, ini uang kita semua. Mari kita kontrol bersama sebagai bentuk kepedulian. Jangan sampai anggaran tersebut justru dimanfaatkan pihak tertentu, sehingga target kesejahteraan dan ketahanan pangan tidak tercapai,” pungkasnya.

Melalui dorongan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah sebagai pelaksana anggaran dan masyarakat sebagai pengawas, demi kemajuan wilayah Cipeundeuy dan Jawa Barat pada umumnya.

Baca juga :  Purbaya Akui Tolak Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Tahun Lalu
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!