Dpnews Indonesia || Bandung Barat – Di tengah gempuran budaya modern yang kian mendominasi gaya hidup generasi muda, sebuah permata budaya tersembunyi masih terjaga di Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Adalah Paguron Silat Badak Putih Jatikeramat, sebuah sanggar seni beladiri yang menjadi benteng pelestarian aset leluhur tanah Sunda.
Pada Minggu (15/02/2026), tim redaksi Dpnews Indonesia berkesempatan meninjau langsung aktivitas latihan di sanggar tersebut. Di bawah asuhan sesepuh persilatan, Abah Sakri, suasana latihan nampak penuh semangat dan disiplin.
Pemandangan kontras terlihat saat sejumlah remaja putri menunjukkan kebolehannya. Dengan gerakan yang lincah dan penuh tenaga, mereka memperagakan jurus-jurus silat hingga atraksi penggunaan senjata tajam (golok) layaknya pesilat profesional. Ketangkasan para pesilat muda ini membuktikan bahwa minat terhadap budaya lokal masih berdenyut kencang jika dikelola dengan dedikasi.
Namun, di balik estetika gerakan tersebut, terdapat perjuangan yang tidak mudah. Paguron Badak Putih tumbuh dan berkembang murni atas jerih payah mandiri Abah Sakri. Sosok yang juga dikenal sebagai penggiat UMKM di bidang peternakan unggas ini, mencurahkan tenaga dan materinya demi menjaga api budaya tetap menyala.
Di sela-sela latihan, Abah Sakri mengungkapkan harapannya agar pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat memberikan perhatian khusus.
”Kami berharap ada dukungan nyata untuk pengembangan paguron ini. Tujuannya hanya satu, agar warisan ini tidak punah dan bisa terus bermanfaat bagi pembentukan karakter generasi mendatang,” ujar Abah Sakri.
Keberadaan Paguron Badak Putih di Desa Jatimekar adalah bukti nyata bahwa kearifan lokal memerlukan sinergi antara semangat pegiat dan dukungan kebijakan pemerintah agar dapat terus lestari di masa depan.











