Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Krisis Penampungan Sampah: Jalan Pasir Ucing Cipeundeuy Dipenuhi Tumpukan Limbah

243
×

Krisis Penampungan Sampah: Jalan Pasir Ucing Cipeundeuy Dipenuhi Tumpukan Limbah

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bandung Barat – Pemandangan memilukan menghiasi sepanjang jalur provinsi Jalan Pasir Ucing menuju arah Cipeundeuy-Rajamandala. Hingga 25 Februari 2026 tumpukan sampah rumah tangga terpantau masih berceceran di bahu jalan, memicu keprihatinan mendalam bagi warga sekitar dan pengguna jalan.

Kondisi ini diduga kuat berakar dari minimnya infrastruktur tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang disediakan oleh pemerintah daerah. Absennya fasilitas ini membuat masyarakat berada dalam posisi dilematis saat limbah domestik mulai menumpuk di kediaman mereka.

Baca juga :  Satgas Citarum Sektor 12 Subsektor 3 Cikalongkulon Bersihkan Sungai Cikundul

Jalan yang seharusnya dijaga kebersihan dan estetika pemandangannya kini justru berubah menjadi titik-titik kumuh. Meski papan larangan membuang sampah telah dipasang, keberadaannya seolah hanya menjadi pajangan tanpa arti. Warga menilai aturan tersebut tidak dibarengi dengan solusi yang konkret.

“Larangan dibuat tapi solusi ke mana kami harus membuang sampah tidak pernah diarahkan. Ini yang membuat masyarakat akhirnya nekat membuang di pinggir jalan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga :  Pembawa Senpi dan Bendera GAM Diamankan Saat Aksi di Lhokseumawe Dibubarkan TNI

Keluhan warga semakin memuncak terkait arahan untuk membuang sampah langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Bagi warga di wilayah Kecamatan Cipeundeuy yang lokasinya jauh dari TPA, instruksi tersebut dinilai tidak realistis.

“Bagaimana ini pemerintah? Masa hanya untuk membuang satu kantong kresek sampah saja kami harus menempuh jarak hampir 6 kilometer ke Sarimukti? Itu sangat tidak efisien dan memberatkan bagi kami yang desanya jauh,” keluh warga lainnya.

Baca juga :  Partisipasi Warga dan Dukungan DPD J.P.K.P Bekasi, Pembangunan Pagar TPU di Desa Hegarmanah

Ketiadaan sistem pengelolaan sampah yang terpadu memaksa sebagian warga mengambil langkah pintas dengan cara membakar atau mengubur sampah secara mandiri.

Namun, praktik ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan baru dalam jangka panjang jika volume sampah terus meningkat.

Baca juga :  Dugaan Pencabulan Massal di Pondok Pesantren Pati: Oknum Pengasuh Diduga Libatkan Puluhan Santriwati

Masyarakat Kecamatan Cipeundeuy kini sangat berharap adanya intervensi nyata dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, khususnya pihak Kecamatan Cipeundeuy. Perlu adanya pengadaan titik penampungan sampah yang strategis serta manajemen pengangkutan yang rutin agar keindahan jalur provinsi tersebut dapat kembali seperti sedia kala.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai rencana penanganan jangka pendek untuk mengatasi tumpukan sampah di lokasi tersebut.

Baca juga :  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Jenguk Siswa Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di RSKD Duren Sawit
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!