Dpnews Indonesia || Cianjur – Pemkab Cianjur terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan warga Cianjur di Timur Tengah yang terdampak konflik. Bupati Cianjur, dr. Muhamad Wahyu Ferdian, mengungkapkan situasi saat ini cukup sulit karena beberapa bandara di wilayah konflik ditutup, sehingga menghambat proses evakuasi.
Pemerintah daerah tengah mengupayakan alternatif dengan mengalihkan warga ke negara lain yang masih memiliki akses penerbangan menuju Indonesia.

“Kami terus berkoordinasi agar ada solusi terbaik, termasuk mempercepat kepulangan warga,” ujar Wahyu.
Konflik yang terjadi tidak hanya berada di satu negara, melainkan meluas ke beberapa wilayah di Timur Tengah. Oleh karena itu, pemerintah fokus melakukan pendataan dan pengumpulan informasi terkait warga Cianjur yang terdampak.
Wahyu juga mengimbau masyarakat, khususnya yang telah merencanakan perjalanan ibadah umrah, untuk menunda keberangkatan hingga situasi dinilai aman.
“Kami tentu ingin masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan aman,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Cianjur memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait kondisi warga di wilayah konflik tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Pemkab Cianjur juga berterima kasih atas dukungan dan doa masyarakat untuk keselamatan warga Cianjur di Timur Tengah.
“Kami akan terus berusaha mencari solusi terbaik untuk warga kami,” tambah Wahyu.
Pemerintah Kabupaten Cianjur akan terus memberikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait proses pemulangan warga Cianjur dari Timur Tengah.











