Dpnews Indonesia || Bekasi – Arus mudik Lebaran 2026 pada Minggu (15/3/2026) pagi hingga siang ini masih berlangsung relatif lancar di wilayah Bekasi, Karawang, dan Cikampek, meskipun volume kendaraan mulai meningkat menjelang puncak arus mudik.
Pantauan di jalur arteri Kalimalang, Bekasi, menunjukkan belum terjadi lonjakan signifikan pemudik. Arus kendaraan, termasuk sepeda motor yang mendominasi jalur alternatif ini, terpantau ramai lancar tanpa kepadatan berarti.
Sementara itu, di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek), kondisi lalu lintas dari arah Jakarta menuju timur terpantau ramai lancar. Di Gerbang Tol Cikampek Utama dan sekitar KM 57, volume kendaraan meningkat dibandingkan hari biasa, namun kendaraan masih dapat melaju dengan kecepatan normal. Tidak ditemukan titik kemacetan parah hingga pagi hari ini pukul 07.00-10.00 WIB.
Di wilayah Karawang, termasuk ruas Tol Japek dan Jalan Pantura, arus kendaraan sudah mulai ramai sejak Jumat malam lalu, tetapi hingga hari ini tetap terkendali. Sistem rekayasa lalu lintas seperti contraflow dari KM 47 (Karawang Barat) hingga KM 70 (Cikampek) telah disiapkan dan dapat diberlakukan situasional jika volume kendaraan melonjak.
Pemerintah dan Korlantas Polri memprediksi puncak arus mudik gelombang pertama terjadi pada 14-15 Maret 2026, dengan gelombang kedua pada 18-19 Maret mendatang. Polda Jawa Barat mengerahkan ribuan personel untuk mengawal titik-titik krusial guna menjaga kelancaran.
Pengguna jalan diimbau memantau informasi terkini dari Jasa Marga, kepolisian, atau aplikasi navigasi, serta memanfaatkan diskon tarif tol 30% yang berlaku hingga 16 Maret 2026 untuk mengurangi beban perjalanan.
Situasi lalu lintas dapat berubah sewaktu-waktu seiring bertambahnya pemudik. Tetap utamakan keselamatan dan patuhi aturan lalu lintas selama perjalanan mudik.











