Dpnews Indonesia || Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman dan terkendali selama periode arus balik Lebaran Idul Fitri 2026. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjawab potensi lonjakan konsumsi BBM pasca-libur Lebaran.
Menurut Bahlil, stok BBM saat ini berada di atas standar minimum nasional, yakni lebih dari 21 hari. Beberapa jenis BBM bahkan memiliki cadangan yang lebih tinggi, seperti Pertalite (RON 90) sekitar 24 hari, sementara jenis non-subsidi seperti Pertamax mencapai 28 hari atau lebih.
Pemerintah juga memantau distribusi secara ketat melalui Pertamina Patra Niaga untuk memastikan pasokan lancar di seluruh wilayah, terutama di jalur-jalur mudik dan balik utama.
Bahlil menegaskan bahwa meskipun terjadi dinamika geopolitik di Timur Tengah, pasokan energi Indonesia tetap stabil karena diversifikasi sumber impor dan produksi dalam negeri. Ia juga menyatakan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga selesai periode Lebaran.
“Ketersediaan BBM, elpiji, dan listrik semuanya masih dalam keadaan terkendali, aman, dan sesuai standar minimal stok nasional,” ujar Bahlil dalam beberapa kesempatan, termasuk saat melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turut mendukung pernyataan tersebut dengan menyatakan stok BBM nasional sangat aman menghadapi arus balik. Masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan agar distribusi tetap merata.
Pemerintah terus memantau realisasi konsumsi harian dan telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk penambahan pasokan di SPBU-SPBU strategis selama arus balik berlangsung. Hingga saat ini, tidak tercatat gangguan signifikan dalam pasokan energi nasional.
Masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik diharapkan tetap tenang dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan. Informasi terkini mengenai stok dan distribusi BBM dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian ESDM dan Pertamina.











