Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

IHSG Ditutup Menguat 2,75% ke Level 7.302 Pasca-Libur Panjang

137
×

IHSG Ditutup Menguat 2,75% ke Level 7.302 Pasca-Libur Panjang

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Rabu (25/3/2026), hari pertama setelah libur panjang Lebaran. Indeks ditutup naik 195,28 poin atau 2,75% ke level 7.302,12 dari penutupan sebelumnya di 7.106,84.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang 7.057,22 hingga 7.302,12. Volume transaksi tercatat cukup aktif, mencerminkan minat beli yang kuat dari investor pasca-libur.

Baca juga :  Coffee Morning Forkopimda Majalengka, Dandim Tegaskan Komitmen Kebersamaan

Penguatan IHSG selaras dengan sentimen positif di pasar global, termasuk harapan de-eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan proposal gencatan senjata. Secara domestik, mayoritas sektor saham menguat, dengan sektor energi, industri, dan siklikal menjadi pemimpin penguatan.

Baca juga :  Satgas Citarum Sektor 12 Berharap Masyarakat Dapat Termotivasi Dalam Menjaga Lingkungan

Beberapa saham unggulan yang turut mendongkrak indeks antara lain BBCA, BUMI, ASII, serta emiten lain di kelompok big cap dan komoditas. Indeks LQ45 juga ikut menguat 3,33% ke level 746,45.

Analis memandang penguatan ini sebagai rebound teknikal setelah periode konsolidasi sebelum libur. Namun, pergerakan ke depan masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, harga komoditas, serta data ekonomi domestik seperti inflasi Maret yang akan dirilis pekan depan.

Baca juga :  Kongres Pejuang Perempuan Indonesia Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini 2025

Pada perdagangan Kamis (26/3/2026), IHSG diprediksi berpotensi melanjutkan penguatan terbatas atau mengalami koreksi teknikal setelah kenaikan tajam sehari sebelumnya, dengan level resistance di sekitar 7.400–7.450 dan support di 7.200.

Pasar saham Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai dinamika eksternal, meski volatilitas tetap perlu diwaspadai investor.

Baca juga :  Menkeu Purbaya Geram: Perusahaan Baja Asal China Diduga Tak Bayar PPN, Negara Berpotensi Rugi Triliunan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!