Dpnews Indonesia || Cianjur – Ikhtiar memulihkan Sungai Citarum tidak mengenal kata jeda. Kamis pagi, 23 April 2026, Satgas Citarum Harum Sektor 6 kembali turun ke lapangan. Kali ini, sasaran sidak adalah CV. Standart Food Global Indo yang berlokasi di Kampung Pasir Loji, Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur.
Program Citarum Harum sejak awal digagas dengan satu nafas: mengembalikan Citarum sebagai sumber kehidupan. Itu artinya, setiap tetes air yang mengalir dari kawasan industri harus dipastikan bersih. Tidak ada ruang untuk pencemaran.
Di lokasi, Satgas yang dipimpin langsung oleh Dansektor 6, Kolonel Inf. Jhonson M. Sitorus, mendapati fakta bahwa kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah milik perusahaan belum berada di titik optimal. Air hasil olahan yang keluar dari IPAL dan bermuara ke selokan warga, kualitasnya masih di bawah standar.
“Dari hasil sidak ditemukan air yang keluar dan masuk ke selokan kurang maksimal sehingga perlu ada pengoptimalan,” tegas Kolonel Jhonson. Kalimat itu menjadi penegasan bahwa pengawasan Citarum Harum berjalan detail dan tidak memberi toleransi bagi kelalaian.
Sebagai bentuk pembinaan sekaligus penegakan aturan, Dansektor 6 memberikan waktu dua minggu. Dalam kurun tersebut, CV. Standart Food Global Indo diwajibkan merampungkan optimalisasi IPAL. Targetnya jelas: air buangan industri harus jernih, memenuhi baku mutu, dan tidak lagi menjadi beban bagi lingkungan.
Respons positif ditunjukkan pihak perusahaan. Manajemen CV. Standart Food Global Indo menyambut baik sidak ini dan menyatakan komitmennya untuk tunduk pada arahan Satgas. “Kami bersedia serta akan melakukan arahan dan masukan dari Satgas,” ujar perwakilan perusahaan.
Sinergi seperti ini yang diharapkan Citarum Harum. Industri bukan musuh, melainkan mitra strategis. Namun kemitraan itu berdiri di atas satu fondasi: kepatuhan mutlak pada kelestarian lingkungan.
Sebab Citarum bukan sekadar sungai. Ia adalah urat nadi 27 juta warga Jawa Barat. Menjaganya hari ini, adalah warisan untuk anak cucu nanti.











