Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatan

23 Pasien Hantavirus di Indonesia Keluhkan Demam hingga Jaundice

138
×

23 Pasien Hantavirus di Indonesia Keluhkan Demam hingga Jaundice

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Kementerian Kesehatan RI mencatat 23 kasus hantavirus jenis Seoul virus di Indonesia sepanjang tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), dengan tiga di antaranya meninggal dunia.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman, gejala yang dialami pasien umumnya muncul satu hingga dua minggu setelah paparan. Keluhan utama meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise atau lemas, serta jaundice (kulit dan mata menguning).

Baca juga :  Tim Tuan Rumah Juarai Taufik Hidayat Cup 2024

“Dari 23 kasus tersebut, 20 pasien sudah sembuh dan kembali beraktivitas normal. Tiga pasien yang meninggal memiliki riwayat komorbid seperti kanker hati dan kegagalan multiorgan,” jelas Aji, Jumat (8/5/2026).

Kasus tersebar di sembilan provinsi, dengan jumlah terbanyak di DKI Jakarta (6 kasus) dan DI Yogyakarta (6 kasus). Provinsi lain yang melaporkan kasus adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.

Baca juga :  Penyerahan Barang Bukti Kendaraan Yang Hilang Oleh Polsek Cikarang Utara 

Hantavirus di Indonesia ditularkan melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, baik melalui urine, feses, saliva, gigitan, maupun inhalasi debu yang terkontaminasi. Kelompok berisiko tinggi meliputi petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, dan pengendali hama.

Kemenkes menegaskan belum terdapat penularan antarmanusia untuk jenis hantavirus yang beredar di Indonesia, berbeda dengan strain Andes virus yang saat ini menjadi perhatian internasional pada kasus kapal pesiar. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan di area berpotensi tikus seperti gedung lama, ruang bawah tanah, dan lingkungan kumuh, serta menjaga kebersihan untuk mencegah penularan.

Baca juga :  Imigrasi Cianjur Perkuat Pengawasan Perkawinan Campur dan Antisipasi Modus Scamming Baru
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!