Dpnews Indonesia || Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dan menembus level Rp 17.600 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi, 15 Mei 2026.
Berdasarkan data pasar, rupiah sempat mencatatkan level terlemah di kisaran Rp 17.600-an per dolar AS di awal sesi perdagangan. Pelemahan ini memperpanjang tren depresiasi mata uang domestik yang telah berlangsung beberapa hari terakhir.
Analis pasar mata uang mencatat bahwa tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh faktor global, termasuk ekspektasi kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed) dan pergerakan mata uang emerging market lainnya. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Bank Indonesia mengenai level tersebut.
Pemerintah dan otoritas moneter sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk melakukan intervensi jika diperlukan guna menjaga stabilitas rupiah. Pergerakan rupiah akan terus dipantau sepanjang sesi perdagangan hari ini, mengingat volatilitas pasar global yang masih tinggi.











