Dpnews Indonesia || Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tajam dan menembus level psikologis Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Level tersebut menjadi rekor terlemah rupiah sepanjang sejarah.
Menurut data pasar yang dikutip dari berbagai sumber, rupiah sempat mencapai Rp 17.505 per dolar AS pada sesi pagi, melemah lebih dari 0,5 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS secara global dan tekanan eksternal lainnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah akan mulai membantu Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah mulai besok. Purbaya menegaskan BI sebagai otoritas moneter tetap memegang peran utama, namun Kementerian Keuangan siap memberikan dukungan koordinasi untuk meredam volatilitas.
“BI berwenang mengendalikan pelemahan nilai tukar. Kami akan mulai membantu besok,” ujar Purbaya dalam pernyataannya.
Bank Indonesia sebelumnya telah melakukan intervensi di pasar valuta asing dan menerapkan langkah-langkah lain untuk menstabilkan rupiah, termasuk memanfaatkan cadangan devisa yang masih berada di level memadai.
Pelemahan rupiah ini menjadi perhatian pasar di tengah dinamika ekonomi global, meski fundamental ekonomi Indonesia tercatat masih resilien dengan pertumbuhan positif dan inflasi terkendali.
Pasar akan terus memantau langkah koordinasi pemerintah dan BI ke depan untuk menjaga kepercayaan investor terhadap mata uang domestik.











