Dpnews Indonesia || Cianjur – Polres Cianjur bergerak cepat menanggapi laporan masyarakat terkait krisis air bersih. Pada Rabu, 5 Agustus 2026 sore, Satuan Samapta Polres Cianjur menyalurkan bantuan air bersih ke Kampung Cibolang, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang. Aksi ini menjadi bentuk nyata pelayanan kemanusiaan yang dilakukan aparat kepolisian di tengah musim kemarau.
Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurhiko Hadi menjelaskan, kegiatan tersebut berawal dari laporan warga yang masuk melalui Roadline 110. Hotline 110 tidak hanya melayani aduan tindak pidana, tetapi juga keluhan masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat. Laporan kekeringan langsung ditindaklanjuti dengan menurunkan satu unit truk tangki air.
Dalam pendistribusiannya, Polres Cianjur bekerja sama dengan Kepala Desa Kertajaya. Truk tangki berwarna biru dengan kapasitas 4.000 sampai 5.000 liter dikerahkan untuk membagikan air langsung kepada warga. Total air yang berhasil disalurkan sore itu mencapai sekitar 5.000 liter, sesuai kapasitas operasional maksimal kendaraan yang tersedia.
AKBP Akhmad Alexander Yurhiko Hadi menegaskan bahwa pembagian air ini bersifat sementara. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat sambil menunggu pemulihan pasokan dari mata air dan PDAM Kabupaten Cianjur yang belum sepenuhnya pulih. Kami ingin hadir sebagai solusi. Polisi bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga mengayomi dan melayani masyarakat, ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolektif seluruh anggota Polres Cianjur. Penyaluran dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Samapta di lapangan, dengan pengawasan agar pembagian berjalan tertib dan merata kepada warga yang paling membutuhkan.
Berdasarkan data awal, sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Cianjur mulai mengalami kekeringan. Informasi itu disampaikan oleh BPOI dalam komunikasi dengan Polres. Kondisi ini membuat kepolisian menyiapkan skema distribusi yang lebih luas jika situasi semakin meluas.
Selain truk tangki biasa, Polres Cianjur juga menyiapkan kendaraan AWC atau Al-Mansus. Kendaraan pengendalian massa ini memiliki tangki ribuan liter dan bisa difungsikan untuk distribusi air. Pengerahannya akan dilakukan jika akses jalan di lokasi memungkinkan dan kebutuhan masyarakat meningkat.
Proses distribusi dilakukan secara bertahap. Dimulai dari penerimaan laporan melalui 110, penentuan titik lokasi, persiapan kendaraan, hingga penyaluran langsung ke warga. Setiap pembagian juga dicatat untuk menjadi bahan evaluasi kebutuhan air di desa lain.
Meski demikian, ada beberapa tantangan di lapangan. Akses jalan yang sempit di beberapa kampung membatasi penggunaan kendaraan besar seperti AWC. Selain itu, bantuan ini belum bisa menjadi solusi permanen selama sumber air dari pemerintah daerah belum kembali normal.
Ke depan, Polres Cianjur akan melanjutkan distribusi ke lokasi lain sesuai laporan yang masuk. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan PDAM juga akan diperkuat agar ada solusi jangka panjang. Polisi berharap warga tidak terus bergantung pada bantuan darurat.
Di akhir kegiatan, Kapolres menegaskan komitmen Polres Cianjur untuk terus hadir di tengah masyarakat. Dengan semangat pelayanan, perlindungan, dan pengayoman, bantuan air bersih ini diharapkan dapat sedikit meringankan dampak kekeringan yang dirasakan warga Cianjur.











