Scroll untuk baca artikel
Berita

Ratusan Siswa MTs Al Hidayah Cianjur Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Puluhan Dilarikan ke Puskesmas

105
×

Ratusan Siswa MTs Al Hidayah Cianjur Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Puluhan Dilarikan ke Puskesmas

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Ratusan siswa MTs Al Hidayah Cieundeur, Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, dilaporkan mengalami keracunan masal. Dugaan kuat mengarah pada program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang dikonsumsi para siswa pada hari Kamis. Peristiwa ini menambah panjang dugaan keracunan MBG, publik mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mengawasi mutu makanan untuk anak sekolah.

Sekretaris Yayasan MTs Al Hidayah, Aceng Baidilah, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, gejala mulai muncul pada malam Jumat. Para siswa mengeluh sakit perut hebat, mual, dan diare. Yang masuk laporan sampai 200 lebih. Sakit perut ada juga yang langsung dilarikan ke Puskesmas, ujar Aceng saat dikonfirmasi. Angka itu bisa terus bertambah karena tidak semua siswa masuk sekolah keesokan harinya.

Baca juga :  Presiden Prabowo Subianto Bicara Soal Kritik MBG, Asal Bapak Senang

Kondisi darurat membuat pihak sekolah mengambil langkah cepat. Sebagian siswa yang sakit dipulangkan lebih awal ke rumah masing-masing untuk mendapat perawatan. Sebagian lainnya memilih tidak masuk sama sekali karena masih lemah. Anak anak sudah di rumahnya. Kalau besok kan libur juga, jadi sekalian dipulangkan dulu, kata Aceng menjelaskan keputusan sekolah.

Kronologi kejadian bermula dari konsumsi menu MBG pada Kamis siang. Tidak lama setelah makan, keluhan serupa mulai dirasakan secara massal. Pola gejala yang sama dan waktu kemunculan yang berdekatan membuat pihak yayasan menduga kuat MBG menjadi sumber masalah. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak penyedia MBG terkait penyebab pasti.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah pengakuan dari pihak sekolah soal kualitas menu selama ini. Aceng menyebut standar makanan yang diterima tidak pernah benar-benar jelas.
Selama ini untuk menunya sendiri, yang dirasakan pihak sekolah itu kurang mempunyai standar, tegasnya. Pernyataan ini membuka borok besar dalam pengawasan program yang digadang-gadang sebagai solusi gizi anak bangsa.

Jika benar MBG menjadi biang keladi, maka ini bukan sekadar kasus keracunan biasa. Ini adalah kegagalan sistemik. Pemerintah menggelontorkan anggaran besar untuk program ini dengan janji anak-anak mendapat makanan sehat dan aman. Kenyataannya, di lapangan anak-anak justru terkapar dan dilarikan ke Puskesmas. Di mana letak pengawasan dan standarisasi yang selama ini digaungkan?

Baca juga :  TPA Jatiwaringin Masih Terbakar, Asap Tebal Selimuti Kawasan Tangerang

Yayasan mengaku belum pernah secara resmi mengajukan keberatan terkait menu sebelumnya. Namun kejadian kali ini memaksa mereka bersuara. Ke depan ini kan program pemerintah. Selanjutnya kepedulian kita bersama, terutama pihak pengelola yang paling utama itu lihat coba standarisasinya,” kata Aceng. Kalimat itu menyiratkan kekecewaan mendalam karena standar yang ditentukan pemerintah seolah tidak dijalankan di lapangan.

Insiden di MTs Al Hidayah harus menjadi tamparan keras. Program MBG tidak boleh menjadi proyek seremonial yang mengabaikan aspek paling dasar keamanan pangan. Anak-anak bukan kelinci percobaan. Mereka berhak mendapat makanan yang tidak hanya bergizi di atas kertas, tetapi juga aman saat masuk ke perut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur maupun pihak pengelola MBG. Publik menuntut audit menyeluruh, evaluasi rantai pasok, dan pertanggungjawaban tegas. Jangan sampai ratusan korban ini hanya menjadi angka statistik, sementara program tetap berjalan tanpa perbaikan berarti.

Baca juga :  Aliansi Masyarakat Cianjur Gelar Aksi Damai, Tuntut Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!