Dpnews Indonesia || Cianjur – Di usia 64 tahun, Ayi, warga Kampung Citapen, RT 002/RW 004, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, terpaksa menjadikan kandang domba sebagai tempat berteduh sekaligus tempat tidur selama sekitar tiga tahun.
Kondisi tersebut dialami Ayi setelah tidak lagi memiliki rumah dan pekerjaan tetap. Ia juga telah lama berpisah dengan istrinya. Dari tiga pernikahan, Ayi memiliki tiga anak, masing-masing dari setiap pernikahan. Namun, seluruh anaknya kini tinggal bersama mantan istrinya masing-masing.
Dalam kondisi hidup seorang diri, Ayi menerima pekerjaan merawat domba milik warga. Awalnya hanya empat ekor, namun jumlahnya kemudian bertambah menjadi delapan ekor. Karena tidak memiliki tempat tinggal, salah satu ruangan kosong di kandang tersebut akhirnya menjadi tempatnya beristirahat setiap malam.
Beralaskan tanah dan beratapkan seng, Ayi harus menjalani malam dengan udara dingin, nyamuk, serta suara domba. Meski demikian, ia mengaku telah terbiasa dengan kondisi tersebut.
“Kedinginan dan banyak nyamuk sudah biasa. Domba juga sudah biasa bagi saya. Itu bukan alasan untuk tidak berjuang mempertahankan hidup. Yang penting saya masih bisa tidur dan bertahan hidup,” ujar Ayi.
Keprihatinan terhadap kondisi Ayi mendorong warga bergotong royong membangun sebuah saung kecil tidak jauh dari kandang. Namun, pembangunan tersebut terhenti karena keterbatasan biaya sehingga hingga kini belum dapat ditempati.
Ketua RW 04 Kampung Citapen, Gus Diky, mengatakan warga bersama pemerintah setempat telah berupaya membantu Ayi, termasuk mengajukan permohonan kepada pemerintah desa, kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Cianjur.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan kepada pemerintah desa, kecamatan dan Pemkab Cianjur agar Kakek Ayi bisa mendapatkan rumah yang layak huni. Jangan sampai beliau terus-menerus tinggal bersama hewan peliharaannya di kandang domba,” kata Gus Diky.
Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Bantuan tersebut dinilai penting agar Ayi dapat menjalani masa tuanya di tempat yang lebih layak, aman dan manusiawi.
“Kami berharap ada bantuan Rutilahu untuk Kakek Ayi. Jangan sampai beliau selamanya tinggal di kandang bersama domba peliharaannya,” pungkas Gus Diky.











