Dpnews Indonesia || Cianjur – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur menggelar pelatihan regenerasi bagi calon anggota Palang Merah Remaja (PMR) di kawasan Kebun Raya Cibodas, 18–20 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 4.200 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Cianjur. Selama tiga hari, peserta mendapat materi tentang kebersihan, sanitasi, kesehatan, hingga pengelolaan air sederhana yang dipadukan dengan kegiatan edukatif dan hiburan.
Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Muhammad Fikri atau Kang Orik, mengatakan pelatihan bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan sebelum dilantik sebagai anggota PMR di sekolah masing-masing.
“Setelah dilantik, mereka diharapkan menjadi duta PMI di sekolah masing-masing dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh, minimal di lingkungan rumah dan tempat tinggal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Orik juga mengungkapkan stok darah PMI Cianjur sempat menipis dalam dua bulan terakhir, bahkan hanya tersisa sekitar 28 kantong untuk seluruh golongan darah.
Untuk memenuhi kebutuhan, PMI menggelar donor darah massal di luar daerah, termasuk Karawang dan Cilegon, Banten. Upaya tersebut membantu memenuhi sekitar 80–90 persen kebutuhan darah yang mencapai 1.800 kantong per bulan.
Sementara itu, kebutuhan darah bagi pasien talasemia masih menjadi perhatian. PMI Cianjur membutuhkan sekitar 600 kantong darah setiap bulan untuk pasien yang menjalani transfusi rutin.
PMI Cianjur mengajak masyarakat melakukan donor darah secara rutin dan mendorong kegiatan donor hingga tingkat lingkungan, termasuk RT, guna menjaga ketersediaan stok darah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk donor darah sebelum membutuhkan. Jangan menunggu ada keluarga sakit baru menyadari pentingnya donor darah,” kata Kang Orik.











