Dpnews Indonesia || Cianjur – Pemerintah Kabupaten Cianjur terus mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang akan digelar di 47 desa dengan melibatkan sekitar 160 calon kepala desa.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Pilkades tahun ini akan menggunakan sistem pemungutan suara berbasis digital. Untuk itu, pemerintah daerah memprioritaskan kesiapan infrastruktur teknologi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem pengamanan.
Bupati Cianjur, Dr. Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak jauh hari agar seluruh tahapan Pilkades berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, penerapan sistem digital merupakan langkah modernisasi demokrasi di tingkat desa untuk meningkatkan transparansi, akurasi, dan kecepatan proses penghitungan suara.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar simulasi tata cara pemberian suara. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan petugas memahami mekanisme pemungutan suara sekaligus mengantisipasi potensi kendala teknis pada hari pelaksanaan.
Simulasi juga digunakan untuk menguji kesiapan perangkat, jaringan, serta sistem keamanan data guna meminimalkan risiko gangguan selama proses pemungutan suara.
Selain persiapan teknis, Pemkab Cianjur memperkuat koordinasi lintas instansi, melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), kepolisian, TNI, serta panitia penyelenggara di tingkat desa.
Bupati Wahyu berharap masyarakat yang memiliki hak pilih dapat berpartisipasi aktif dan menggunakan hak suaranya secara bijak. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh provokasi maupun informasi bohong (hoaks).
Dengan persiapan matang dan dukungan seluruh pihak, Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Cianjur diharapkan berlangsung aman, tertib, dan transparan serta menghasilkan pemimpin desa yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi masyarakat.











