Dpnews Indonesia || Cianjur – Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) STIT Cendikia Insani Bandung mengikuti kegiatan perkuliahan di alam terbuka di kawasan wisata Kebon Hayu Farm, Kampung Cipetir, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para mahasiswa. Selain mendapatkan materi perkuliahan dengan suasana berbeda, mereka juga menikmati keindahan alam yang asri dan suasana hijau yang menyejukkan.
Perkuliahan di luar kelas ini tidak hanya bertujuan meningkatkan wawasan akademik, tetapi juga mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan dosen serta menumbuhkan rasa syukur atas keindahan alam ciptaan Tuhan.
Dosen STIT Cendikia Insani Bandung, Dr. H. Aripin, S.Pd., M.Si., M.M., M.H., mengapresiasi semangat dan kekompakan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Aripin, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik, khususnya bagi mahasiswa yang ingin berkarier sebagai tenaga pendidik.
Ia menegaskan, kualifikasi pendidikan minimal S1 sesuai bidang dan jenjang pendidikan yang menjadi kewenangan mengajar merupakan hal penting bagi calon pendidik, baik di tingkat PAUD, SD maupun SMP.
“Melalui peningkatan kompetensi dan pendidikan, mudah-mudahan ke depannya dapat membuka peluang yang lebih baik, termasuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan hidup masing-masing,” ungkapnya.
Aripin menambahkan, STIT Cendikia Insani Bandung berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik dengan mengedepankan prinsip demokratis, tidak mempersulit mahasiswa, serta terbuka terhadap aspirasi dan harapan mereka.
“Perguruan tinggi harus mampu memberikan pelayanan terbaik dan mendengarkan apa yang menjadi harapan mahasiswa. Kami sangat mengapresiasi semangat mereka dalam mengikuti proses perkuliahan,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa, Nurasiah Jamil, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan perkuliahan di alam terbuka tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan karena mahasiswa dapat memperoleh ilmu sekaligus menikmati suasana wisata alam.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan perkuliahan di alam terbuka ini. Selain belajar, kita juga bisa sambil berwisata menikmati pemandangan alam yang begitu indah dan menyejukkan mata. Jadi, bukan hanya ilmu yang didapat, tetapi kita juga bisa berkreasi, bermain, dan menikmati kebersamaan bersama teman-teman serta dosen,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan, menambah pengalaman, serta mempererat kebersamaan antarmahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menjadi tenaga pendidik PAUD yang profesional.











