Dpnews Indonesia || Majalengka – Cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi yang memicu pergeseran tanah serta banjir terus menghantui sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi mencekam ini kini tengah dirasakan warga Desa Tegalsari blok Karangsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.
Khususnya di wilayah RT 001/RW 005, warga yang bermukim di sepanjang pinggiran Kali Cilongkrang kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Longsor terus menggerus tebing yang berbatasan langsung dengan permukiman.
Pantauan di lapangan menunjukkan jalan setapak yang menjadi akses utama warga kini terancam ambruk, yang diprediksi akan berdampak langsung pada struktur bangunan rumah penduduk di sekitarnya.
Kepada awak media Dpnews Indonesia pada Selasa (24/2/2026), sekelompok warga menyatakan harapannya agar pemerintah segera mengambil tindakan preventif sebelum jatuh korban jiwa.
Uus, salah satu warga terdampak, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur penahan tanah sangat mendesak untuk dilakukan, baik oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalsari blok Karangsari maupun Pemerintah Kabupaten Majalengka.
”Kami sangat berharap ada antisipasi cepat. Jangan sampai menunggu ada korban atau rumah ambruk baru bertindak. Perbaikan ini mendesak, entah itu dari desa atau dinas terkait di kabupaten,” ujar Uus.
Kekecewaan warga semakin memuncak karena upaya koordinasi yang dilakukan melalui pengurus lingkungan seolah menemui jalan buntu. Keluhan masyarakat yang disampaikan melalui Ketua RT setempat dilaporkan belum mendapatkan respon positif maupun langkah konkret dari pihak Desa Karangsari.
Pihak desa dinilai kurang peka dan terkesan tidak memprioritaskan keselamatan warga yang berada di zona merah bencana tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan dari pihak Pemerintah Desa Tegalsari blok Karangsari terkait tuntutan warga. Masyarakat berharap adanya perhatian khusus terhadap mitigasi bencana ini agar skenario terburuk dapat dicegah sedini mungkin.











