Dpnews Indonesia || Blangkejeren – Banjir yang dipicu hujan deras dan jebolnya tanggul Sungai Badak kembali merendam permukiman warga di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Dua desa terdampak, yakni Desa Badak di Kecamatan Dabun Gelang dan Desa Agusen di Kecamatan Blangkejeren. Ratusan kepala keluarga terpaksa dievakuasi ke dua titik pengungsian sementara.
Menurut data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir terjadi Rabu (28/10/2026) sore. Air meluap setelah tanggul sungai di Desa Badak mengalami kerusakan parah. Ketinggian genangan di sejumlah titik mencapai setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa, sekitar 80 sentimeter.
Sebanyak 284 kepala keluarga di Desa Badak dan 55 kepala keluarga di Desa Agusen terdampak, sehingga total sementara mencapai 339 KK. Warga yang dievakuasi ditempatkan di dua lokasi, yaitu masjid setempat dan kompleks rumah bantuan. Petugas gabungan BPBD, TNI, dan relawan membantu proses evakuasi, termasuk menggunakan perahu karet di beberapa titik.
Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimin, menyatakan pendataan masih berlanjut. “Data sementara ada seratus KK warga dievakuasi di dua titik pengungsian, yaitu di masjid dan komplek rumah bantuan,” ujarnya. Air telah mulai surut sejak Kamis (29/10/2026). Akses jalan Pining–Lokop yang sempat terputus kembali dapat dilalui.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera menurunkan alat berat untuk menutup tanggul yang jebol dengan geobag serta membersihkan material lumpur. Penanganan darurat dilanjutkan dengan rencana normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir secara permanen.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Warga mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur sambil menunggu bantuan lanjutan. BPBD terus memantau kondisi cuaca dan mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi hujan susulan.











