Dpnews Indonesia || Cianjur – Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Kabupaten Cianjur kembali menunjukkan kepeduliannya kepada dunia pendidikan. Sebanyak 2.200 tas sekolah diserahkan untuk siswa-siswi di berbagai jenjang pendidikan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Penyalurannya dilakukan berdasarkan usulan dan data pengajuan dari Disdik, agar tepat sasaran kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Hilman Saukani,M.Pd., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian lembaga zakat terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan sarana.
“Alhamdulillah, tahun ini kami menyalurkan 2.200 buah tas sekolah. Sebanyak 200 tas sudah kami distribusikan pada bulan Muharram lalu. Sisa 2.000 tas akan menyusul untuk tahap berikutnya,” ujar H. Hilman saat ditemui di kantor BAZNAS Cianjur.
Rinciannya, dari total 2.000 tas tahap kedua, sebanyak 1.000 tas diperuntukkan bagi siswa SD, 500 tas untuk siswa SMP, 250 tas untuk siswa PKBM, dan 250 tas lagi untuk siswa SMA. Pembagian ini disesuaikan dengan jumlah usulan terbanyak dari lapangan.
H. Hilman menambahkan, meskipun jumlah siswa yang membutuhkan bantuan jauh lebih banyak, BAZNAS memprioritaskan mereka yang dinilai paling mendesak dan sangat memerlukan. Pendataan dilakukan secara berlapis bersama pihak sekolah agar bantuan tidak melenceng.
“Kami menyadari ini belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan. Tapi setidaknya bisa meringankan beban orang tua dan memotivasi anak-anak untuk tetap semangat belajar,” lanjutnya.
Melalui program ini, BAZNAS berharap dapat ikut menekan angka putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Tas sekolah yang layak juga diyakini dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Ke depan, BAZNAS Kabupaten Cianjur berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Disdik dan sekolah-sekolah dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Tujuannya satu: memastikan tidak ada anak di Cianjur yang tertinggal karena masalah biaya pendidikan.











