Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

BEM SI Beri Ultimatum 18 Hari kepada Pemerintah, Istana: Tidak Semua Masalah Bisa Diselesaikan Seketika

95
×

BEM SI Beri Ultimatum 18 Hari kepada Pemerintah, Istana: Tidak Semua Masalah Bisa Diselesaikan Seketika

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memberikan ultimatum selama 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional, khususnya di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Tuntutan tersebut disampaikan melalui aksi demonstrasi yang digelar kelompok mahasiswa di Jawa Tengah pada awal Juni 2026.

Menurut keterangan dari pihak BEM SI Jawa Tengah, tenggat waktu 18 hari dipilih sebagai simbolisasi terhadap pelemahan rupiah yang mencapai level sekitar Rp 18.000 per dolar AS. Jika tuntutan tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar aksi lebih besar bertajuk “Reformasi Jilid 2”.

Baca juga :  Dedi Corbuzier Digugat Cerai Sabrina Chairunnisa Setelah Tiga Tahun Pernikahan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons aspirasi tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (8/6/2026). Ia menyambut baik tuntutan mahasiswa sebagai masukan bagi pemerintah dan menyatakan bahwa pemerintah sedang bekerja keras mengatasi berbagai permasalahan ekonomi.

“Terkait tenggat waktu 18 hari yang diberikan BEM SI, mohon maaf tidak semuanya bisa seperti itu,” ujar Prasetyo. Ia menegaskan bahwa permasalahan ekonomi, termasuk fluktuasi rupiah, dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal yang kompleks, sehingga tidak dapat diselesaikan secara instan.

Pemerintah, kata Prasetyo, terus melakukan koordinasi intensif dan berupaya memberikan kepastian bagi pelaku usaha guna menstabilkan perekonomian nasional.

Baca juga :  Yuli, Bongkar Dugaan Perbudakan Modern TKW di Syarikah Nazda Arab Saudi
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!