Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Buck Moon Oranye Hiasi Langit, Pembuka Musim Gerhana Agustus 2026

27
×

Buck Moon Oranye Hiasi Langit, Pembuka Musim Gerhana Agustus 2026

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Fenomena bulan purnama Juli yang dikenal sebagai Buck Moon mencapai puncaknya pada Rabu, 29 Juli 2026, sekitar pukul 21.36 WIB. Saat terbit di horizon setelah matahari terbenam, bulan sering tampak berwarna oranye atau keemasan, menawarkan pemandangan menarik bagi pengamat langit di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Warna oranye tersebut bukan karena perubahan fisik bulan, melainkan akibat hamburan Rayleigh. Saat posisi bulan masih rendah di horizon, cahayanya melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal. Cahaya biru dan ungu tersebar, sementara gelombang merah dan oranye lebih mudah mencapai mata pengamat. Efek ini sama dengan yang membuat matahari terbenam tampak kemerahan. Bulan juga dapat terlihat lebih besar karena ilusi optik yang dikenal sebagai moon illusion.

Baca juga :  OC Kaligis Laporkan Tiga Hakim Tipikor Semarang, Soroti Peran Eks Bupati Klaten

Nama Buck Moon berasal dari tradisi Amerika Utara, merujuk pada masa pertumbuhan tanduk baru pada rusa jantan (buck) di musim panas. Bulan purnama ini juga dikenal dengan sebutan lain di berbagai budaya, seperti Thunder Moon atau Berry Moon.

Menurut data astronomi, Buck Moon menjadi bulan purnama terakhir sebelum dimulainya musim gerhana Agustus 2026. Pada 12 Agustus, gerhana matahari total akan terjadi, dengan jalur totalitas melintasi wilayah Arktik, Greenland, Islandia, dan sebagian Spanyol serta Portugal. Selanjutnya, pada 28 Agustus, gerhana bulan parsial akan berlangsung, di mana sebagian besar permukaan bulan memasuki bayangan bumi.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Buck Moon, waktu terbaik adalah setelah matahari terbenam hingga tengah malam, dengan langit yang cerah dan pandangan terbuka ke arah timur atau tenggara. Pengamatan dapat dilakukan dengan mata telanjang. Penggunaan teropong akan membantu melihat detail permukaan bulan lebih jelas.

Fenomena ini menjadi pengingat akan rangkaian peristiwa langit yang menarik di penghujung Juli hingga Agustus 2026.

Baca juga :  Polres Cianjur Siagakan Pasukan 700 personil Penuh untuk Amankan Cianjur Pasca Laga Persib vs Persijap
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!