Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

Yuli, Bongkar Dugaan Perbudakan Modern TKW di Syarikah Nazda Arab Saudi

429
×

Yuli, Bongkar Dugaan Perbudakan Modern TKW di Syarikah Nazda Arab Saudi

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Karawang – Sosok Yuli, perempuan asal Karawang, Jawa Barat, kini menjadi tumpuan harapan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tengah berjuang di tanah perantauan.

Bermula sebagai saksi hidup atas pahitnya menjadi pahlawan devisa, Yuli kini bertransformasi menjadi aktivis vokal yang tak henti menyuarakan jeritan rekan-rekannya di Arab Saudi.

Baca juga :  Satreskrim Polres Metro Bekasi Ungkap Kasus Dugaan Tindak Pidana Penggelapan Dana Sekolah

Sebagai anggota tim investigasi sebuah media , Yuli kini berada di garis depan dalam menerima berbagai pengaduan memilukan. Fokus utamanya saat ini adalah kondisi para PMI yang ditempatkan melalui Syarikah Nazda di Arab Saudi, yang diduga kuat menjadi pusat praktik eksploitasi manusia.

Jeritan dari balik pesan suara berdasarkan keterangan yang diterima oleh Posko Pengaduan DpNews Indonesia pada awal Januari 2026, kondisi para PMI di bawah naungan Syarikah tersebut sudah mencapai titik nadir.

Baca juga :  Casinah PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Terjebak di Libya dan Diminta Tebusan USD 4.500

Yuli mengungkapkan bahwa bukti-bukti berupa rekaman pesan suara (voice note) menjadi saksi bisu betapa mencekamnya situasi di sana.

“Mereka sudah tidak baik-baik saja. Dalam rekaman yang saya terima, terdengar jelas isak tangis dan ketakutan. Ada PMI yang dipaksa bekerja meski dalam kondisi sakit parah. Mereka tidak dianggap sebagai manusia, melainkan mesin yang harus terus berputar,” ujar Yuli dengan nada getir.

Baca juga :  Pemprov Jabar Beri Kompensasi untuk Angkot dan Delman di Cianjur Saat H-3 Lebaran

Dugaan perbudakan modern di lihat dari sisi kekejaman yang dialami para PMI tidak berhenti pada pemaksaan kerja. Laporan yang masuk menyebutkan adanya pekerja yang diusir begitu saja oleh majikan dan dibiarkan terlantar di jalanan tanpa perlindungan.

Beberapa di antaranya bahkan membutuhkan perawatan medis khusus akibat kelelahan luar biasa dan tekanan fisik yang dipaksakan.

Baca juga :  Arus Lalu Lintas Puncak Bogor Padat, One Way Diberlakukan Sejak Pagi

Yuli menegaskan adanya dugaan kuat praktik perbudakan modern yang dilakukan secara sistematis. Ia melihat pola di mana Syarikah hanya mementingkan keuntungan finansial dan perputaran uang tanpa memedulikan aspek kemanusiaan.

“Ini adalah perbudakan modern. Demi uang, Syarikah terus memaksa agar para PMI ini ‘terjual’ ke majikan. Mereka tidak mau rugi sedikit pun, sehingga keselamatan dan kesehatan PMI dikorbankan,” tegasnya.

Baca juga :  Heboh di Media Sosial: Benda Bercahaya Mirip Meteor Melintas Cepat di Langit Lampung dan Sekitarnya

Yuli beserta tim dari posko pengaduan mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera turun tangan dan menunjukkan taringnya di negara penempatan, khususnya Arab Saudi.

Sebagaimana kita lihat, diplomasi yang ada saat ini masih belum cukup kuat untuk melindungi nyawa para pekerja migran dari perusahaan-perusahaan nakal.

Baca juga :  Kepulangan Tangis Haru ER: Korban TPPO di Arab Saudi Akhirnya Menghirup Udara Bebas

“Negara harus hadir! Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji. Para PMI di Syarekah Nazda sedang menunggu uluran tangan pemerintah untuk diselamatkan dari lingkaran setan perbudakan ini,” pungkas Yuli.

Kasus ini kini terus dikawal oleh tim investigasi dan diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi Kementerian Ketenagakerjaan, Kementrian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta pihak-pihak terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan penjemputan paksa bagi PMI yang terancam nyawanya.

Baca juga :  Polres Purwakarta Bantu Satpol PP Tertibkan Baliho Bakal Calon Bupati Yang Tak Berizin
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!