Dpnews Indonesia || Purwakarta – Di dua kecamatan tertimpa musibah di musim penghujan saat ini, kecamatan Tegalwaru dan kecamatan Sukatani. Telah terjadi bencana longsor sekitar jam 3 sore, Di kecamatan Tegal waru yang tekena tanah longsor di antaranya desa Sukamulya Pasanggrahan, Sindanglaya dan Panyindangan yang ada di sekitar gunung Anaga. Di dua kecamatan Tegalwaru dan Sukatani Kamis 4 januari 2024.
Kabupaten Purwakarta. Moment tahun baru jadi duka yang mendalam buat warga yang terdampak tanah longsor dari pergeseran tanah yang ada di Gunung Anaga dan Gunung Bongkok. Ada beberapa kampung dan desa yang terdampak dari tanah longsor dan juga pergeseran tanah, yang paling parah berada di kampung Pamalayan Desa Sukamulya.
Dan ini rangkuman beberapa tempat yang terkena longsoran dan pergeseran tanah dari dua kecamatan ( Tegalwaru & Sukatani ) Kabupaten Purwakarta Jawa Barat.
Laporan sementara kejadian bencana yang kami terima pada Hari Kamis Tanggal 4 Januari 2024 Sbb;
1. Tanah Longsor di Kp. Pamalayan Rt. 008, 0017 Rw. 004 Desa Sukamulya Kec. Tegalwaru ( Sedang dilakukan Asessment dan evakuasi Warga Ke Kantor Desa Sukamulya)
2. Jalan Amblas di Kp. Pamalayan – Gunung Anaga Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru (Sedang Dilakukan Asessment )
3. Tanah Longsor di Rt. 012 Rw. 005 Desa Pasanggrahan Kecamatan Tegalwaru( sedang dilakukan asessment )
4. Pohon Tumbang menimpah rumah di Kampung Pasir Kepuh RT 11 RW 05 Desa Sindang laya Kecamatan Sukatani ( Sedang di tanggulangi )
5. Longsor susulan Desa Cianting RT 01 Rw 01 Kecamatan Sukatani (Objek Mesjid Al-Falah) ( Diperlukan Penangan Kedaruratan )
6. Jalan amblas Kp. Cihaur RT 10 RW 03 Desa Pasir Munjul Kecamatan Sukatani ( Diperlukan asessment )
7. Tanah Longsor Kp. Bihbul RT 017 RW 001 Desa Panyindangan Kecamatan Sukatani (Longsor susulan)
( Diperlukan Penanganan Darurat )
Kejadian Bencana ini dapat dimungkinkan bertambah mengingat situasi / kondisi saat ini masih dalam situasi SIAGA.
Pihak BPDP,Damkar,Asper dan Lembaga Swadaya Masyarakat serta beberapa Organisasi Masyarakat pun ikut turun membantu dalam proses pengungsian.
Dari pihak kecamatan dan juga pihak Pemerintahan Desa masih siaga hingga berita ini diturunkan.
Hujan yang terus menerus membuat tanah di lereng gunung jadi tidak stabil dan mengakibatkan dampak yang sangat signifikan,longsor dan pergerakan didorong oleh debit air yang sangat besar.
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut,hanya kerugian Materi.











