dpnewsindonesia. Bandung Barat – Nasib buruk yang menimpa para Pekerja Migran Indonesia (PMI), di penampungan negara penempatan terutama Saudi Arabia. Kini menjadi sorotan. Kisah tragis dari penyekapan, tidak adanya pasilitas kesehatan, gaji yang tidak dibayarkan. Bahkan kekerasan verbal dan non verbal yang dilakukan para supervisor dari syarikah atau penampungan. Menyisakan trauma fisik yang mendalam, bagi para pahlawan devisa diduga kuat berangkat secara ilegal.
Kesaksian dari para purna Tenaga Kerja Indonesia (TKI), yang notabene kaum hawa. Dan pulang dengan kondisi trauma, membuat kita miris. Lemahnya pengawasan dan pencegahan, juga dugaan terlibatnya oknum-oknum terkait. Dengan pemberangkatan dan susahnya para Tenaga Kerja Wanita, (TKW) untuk mendapatkan akses perlindungan. Seharusnya menjadi bahasan pokok pihak Pemerintah, terkait dengan penempatan ketenaga kerjaan dan Perlindungan bagi para Pekerja Migran Indonesia.
Seperti pengaduan yang datang kepada tim Dpnews Indonesia selama tahun 2023. Diantara mereka ada yang berhasil pulang, justru sebaliknya ada yang malah menghilang. Ketika dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut, mengabarkan pulang ke syarikah. Dalam kondisi tidak memungkinkan lagi untuk dapat kembali bekerja. Entah apa yang terjadi terhadap mereka, yang jelas dugaan penyekapan, pengurungan, dan perampasan alat komunikasi. Itulah yang pihak Syarikah lakukan. Ketika para pekerja itu menyatakan tidak lagi sanggup untuk bekerja dan minta dipulangkan ke Indonesia.
Lantas, akankah hal tersebut akan terus berlanjut, siapa yang akan peduli dengan nasib warga negara Republik Indonesia. Yang berangkat secara Ilegal, diduga menjadi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Ratusan, bahkan ribuan para pencari kehidupan, yang sekarang terpuruk di Syarikah. Yang berada di negara penempatan Saudi Arabia. Siapa yang akan peduli dengan mereka.?
Semoga dengan bergantinya tahun. Akan tumbuh secercah harapan, datang sebuah solusi untuk para pejuang tangguh, yang bercita-cita mulia ingin merubah kehidupan. Mengais riyal di negri peradaban dunia, Saudi Arabia.











