Dpnews Indonesia || Cianjur – Tonggak baru dunia hukum Kabupaten Cianjur resmi ditegakkan. Best Lawyers Club Indonesia (BLCI) melantik Pengurus Cabang Kabupaten Cianjur dalam seremoni yang digelar di Hotel Gino Feruci, Jumat (17/4/2026). Kehadiran BLCI diharapkan menjadi ruang kolaborasi profesional bagi para advokat, akademisi, dan praktisi hukum di Tatar Santri.
Ketua BLCI PPD Kabupaten Cianjur, Faswati Popy, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa formasi awal kepengurusan diisi oleh 29 orang. Namun secara keanggotaan, BLCI bersifat inklusif dan terbuka bagi berbagai organisasi maupun profesi yang memiliki kepedulian terhadap isu hukum. Menurutnya, kekuatan BLCI terletak pada jejaring lintas sektor yang bisa saling menguatkan.
Faswati menegaskan bahwa arah gerak BLCI Cianjur pada tahap awal akan fokus pada penguatan literasi hukum. “Kami akan dorong seminar, diskusi publik, dan bedah kasus untuk membahas isu-isu hukum yang berkembang di tingkat lokal hingga nasional. Karena baru dilantik hari ini, program kerja detail akan segera kami finalisasi bersama tim,” ujarnya di sela acara pelantikan.
Sebagai organisasi profesi, BLCI Cianjur berkomitmen tidak hanya menjadi wadah berkumpul para advokat. Lebih dari itu, BLCI ingin aktif turun ke masyarakat memberikan edukasi, pendampingan, dan advokasi, terutama bagi kelompok rentan yang kerap kesulitan mengakses keadilan karena keterbatasan pemahaman maupun biaya.
Gayung bersambut, Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu Ferdian menyambut positif lahirnya BLCI di wilayahnya. Ia menilai kehadiran organisasi berisi para profesional hukum ini bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola yang bersih dan berkeadilan.
“Ini luar biasa, bisa berkumpul dengan orang-orang hebat di bidang hukum dan advokasi. Saya berharap BLCI mampu membawa arah kebaikan bagi penegakan hukum di Cianjur,” kata Bupati Wahyu. Ia menyoroti masih banyak warga yang belum memahami hak-hak hukumnya sebagai warga negara.
Dengan pelantikan ini, BLCI Cianjur resmi memulai kerjanya. Tantangan ke depan adalah membuktikan peran sebagai rumah advokat yang solid sekaligus jembatan antara masyarakat, praktisi hukum, dan pemerintah demi terwujudnya kepastian hukum yang berpihak pada keadilan.











