Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

BGN Konfirmasi 512 Orang Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, SPPG Kalitengah Disuspend 30 Hari

35
×

BGN Konfirmasi 512 Orang Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, SPPG Kalitengah Disuspend 30 Hari

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Sidoarjo – Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi sebanyak 512 orang mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kejadian bermula Selasa (1/9/2026) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, serta sejumlah lembaga pendidikan lain.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menyatakan, dari total 512 orang terdampak, 312 orang telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan, 80 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, serta 120 orang berada dalam observasi. Korban tidak hanya berasal dari santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam, melainkan juga siswa dari 19 lembaga penerima manfaat yang sama.

Baca juga :  SDN Bobojong Kecamatan Mande Tampilkan Marching Band Pada Acara Karnaval Hut RI Ke 80

Menu yang dikonsumsi meliputi nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel. Makanan didistribusikan SPPG Kalitengah yang biasanya memasok sekitar 2.800 porsi per hari. Gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sakit perut mulai muncul pada sore hari setelah konsumsi.

BGN segera menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah dengan sanksi suspend berat selama 30 hari. BGN juga mengusulkan pencopotan kepala SPPG tersebut dan penggantian pengelola. Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim Emil Elestianto Dardak memastikan seluruh biaya penanganan medis ditanggung pemerintah dan meminta Dinas Kesehatan melakukan penelusuran proaktif ke lembaga-lembaga terkait.

Bupati Sidoarjo Subandi telah melakukan pemeriksaan ke lokasi SPPG dan menekankan pentingnya pengawasan perizinan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Investigasi penyebab, termasuk uji laboratorium, masih berlangsung untuk memastikan sumber kontaminasi. BGN dan pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki tata kelola distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga :  Ciptakan Pemilu Damai, TNI dan Polri Beserta APDESI Kabupaten Purwakarta Gelar Silahturahmi
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!