Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Dentuman Misterius Guncang Bandung Raya, PVMBG Duga Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau

42
×

Dentuman Misterius Guncang Bandung Raya, PVMBG Duga Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menduga suara dentuman yang terdengar di wilayah Bandung Raya dan sejumlah daerah di Jawa Barat pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9) dini hari berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan, erupsi menerus Anak Krakatau dimulai sekitar pukul 23.07 WIB Jumat malam dan masih berlangsung hingga pukul 04.40 WIB Sabtu dini hari. Erupsi tersebut disertai suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunungapi di Pasauran, Banten.

Baca juga :  Siswi SMKS Dzakiyyun Cianjur Juarai LKS SMK Jawa Barat 2026, Siap Wakili Jabar di Kompetisi Nasional Bidang Fishery

“Kami menduga memang kemungkinan erupsi Gunung Anak Krakatau ini sebagai salah satu kemungkinan sumber suara dentuman di beberapa wilayah Jawa Barat pada 4-5 September 2026,” ujar Rita dalam konferensi pers daring, Sabtu (5/9).

Menurutnya, erupsi dengan karakteristik tertentu dapat melepaskan energi akustik yang cukup besar. Energi tersebut mampu merambat melalui atmosfer hingga ratusan kilometer. Fenomena serupa pernah terjadi saat erupsi Anak Krakatau pada April 2020 yang terdengar hingga wilayah Jabodetabek, serta erupsi Gunung Kelud 2014 yang suaranya sampai ke sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Kepala Badan Geologi Lana Saria menambahkan, suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Jawa Barat (termasuk Bandung Raya), Banten, dan Lampung diduga kuat berhubungan dengan aktivitas gunung api tersebut yang terjadi pada waktu bersamaan.

Baca juga :  Tim Laskar Juang Indonesia, Evakuasi Korban Jatuh dari Motor

Status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. PVMBG menegaskan pertumbuhan tubuh gunung pascaerupsi 2018 masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi mengalami keruntuhan yang memicu tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.

PVMBG menekankan bahwa kesamaan waktu menjadi indikasi korelasi, namun masih memerlukan pencocokan data lebih lanjut untuk memastikan sumber dentuman secara pasti.

Baca juga :  Kasus Pengancaman Senggol Spion Sepeda Motor di Sukasirna Berujung Damai
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!