Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Diskominfo Cianjur Hadirkan Inovasi WASPADA, Tingkatkan Kepatuhan Pembaruan Data Sektoral hingga 98,8 Persen

84
×

Diskominfo Cianjur Hadirkan Inovasi WASPADA, Tingkatkan Kepatuhan Pembaruan Data Sektoral hingga 98,8 Persen

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Cianjur terus berinovasi dalam memperkuat tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan mendukung kebijakan Satu Data Indonesia (SDI). Melalui Bidang Statistik, Diskominfo Cianjur sukses mengimplementasikan inovasi digital unggulan bernama WASPADA _(Whatsapp Sistem Pemantauan dan Pembaruan Data)_.

Inovasi ini lahir sebagai jawaban atas tantangan keterlambatan pembaruan data statistik sektoral oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Cianjur. Sebelum inovasi diterapkan, penagihan data dilakukan secara konvensional dan manual, sehingga sering terkendala akibat tingginya beban kerja pengelola data di masing-masing instansi.

Baca juga :  Pastikan Libur Nataru 2023 Aman, Satpolairud Polres Purwakarta Lakukan Patroli Di Objek Wisata

Kepala Bidang Statistik Diskominfo Kabupaten Cianjur, Dewi Pudjiati, http://S.Ip., M.M, selaku Pengarah Sistem Inovasi mengungkapkan bahwa hadirnya WASPADA bertujuan memastikan ketersediaan data statistik sektoral yang mutakhir dan terbaharukan dapat dipertanggungjawabkan bagi publik maupun pengambil kebijakan. Pihaknya mengapresiasi akselerasi yang dihasilkan oleh sistem ini dalam memfasilitasi peran Diskominfo sebagai Walidata daerah.

“Sistem ini bekerja secara otomatis 24/7 tanpa mengganggu infrastruktur utama. Setiap hari pukul 00.02 WIB, sistem melakukan _crawling_ data. Jika terdapat keterlambatan pengunggahan dataset, tepat pukul 08.00 WIB sistem langsung mengirimkan notifikasi pengingat via WhatsApp kepada petugas operator OPD terkait,” jelasnya.

“Sebagai pengarah, kami melihat inovasi WASPADA berhasil mentransformasi pola koordinasi penagihan data sektoral menjadi jauh lebih terstruktur dan efisien. Kehadiran sistem otomatis ini sangat membantu Bidang Statistik dalam memantau kepatuhan puluhan OPD secara _real-time_ tanpa menguras energi operasional secara manual,” tambahnya.

Baca juga :  Pastikan Keamanan Rutan Mapolres Purwakarta, Kompol Ricky Ardipratama Rutin Lakukan Ini

Inisiator inovasi WASPADA, Agung Cahya Gumilar, http://S.Kom., menambahkan bahwa sistem ini dibangun secara mandiri _(standalone)_ berbasis teknologi _open source_ yang efisien dan 100 persen bebas biaya lisensi. Arsitektur teknisnya mengandalkan _Express JS_ untuk proses penarikan data _(crawling)_ sekaligus pengiriman pesan otomatis, _PostgreSQL_ sebagai basis data relasional yang handal, serta integrasi layanan pengiriman pesan gratis berbasis _whatsapp-web.js_.

“Inovasi ini mengoptimalkan infrastruktur DPA eksisting pada Bidang Statistik tanpa menarik anggaran tambahan untuk lisensi perangkat lunak pihak ketiga. Selain hemat anggaran, untuk menjaga stabilitas server dan menghindari pembatasan akses, penarikan data dilakukan dengan metode _batching_ secara halus. Dampak keberhasilannya sangat signifikan, kepatuhan pembaruan data sektoral yang awalnya berada di angka 90,15% pada Juni 2025 melesat tajam hingga menyentuh 98,8% persen.

Mei 2026. Bahkan sistem mampu mengelola lonjakan target dari 812 dataset menjadi 933 dataset sektoral di tahun 2026 tanpa kendala teknis,” paparnya.

Manfaat nyata dari inovasi WASPADA turut dirasakan langsung oleh para operator pengelola data di tingkat Perangkat Daerah. Samsul Ahmad Pajar, http://S.Kom, Operator Data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, mengakui bahwa sistem pengingat WhatsApp ini sangat membantu menjaga kedisiplinan pelaporan.

Baca juga :  Nama Wartawan Dan Barkode Dari Diskomimfo Pencetus Cemburu Insan Media Di Purwakarta

“Di Bapenda, rilis data sektoral tahun 2026 ini dipublikasikan per triwulan. Karena rentang waktunya lumayan panjang, sering kali jadwal input terlewat karena tertimbun rutinitas lain. Adanya WA Reminder dari WASPADA sangat membantu mengingatkan kami tepat waktu sebelum tenggat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ridiyawati Sumarna, S.E, Operator Data dari Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, merasa sangat terbantu mengingat karakteristik dataset di instansinya yang memerlukan tingkat pembaruan sangat tinggi.

“Dinas Pangan memiliki beberapa dataset sektoral yang frekuensi rilis datanya rutin setiap bulan. Pengingat otomatis via WhatsApp ini membuat kami selalu _aware_ dan tidak lagi terlambat memperbarui data bulanan. Prosesnya jadi jauh lebih responsif,” tuturnya.

Per 1 Juni 2026, sistem WASPADA juga telah dilengkapi dengan _Executive Dashboard Monitoring & Leaderboard Kepatuhan_. Fitur ini memvisualisasikan peringkat kepatuhan seluruh perangkat daerah secara _real-time_, sehingga memudahkan pimpinan daerah dalam mengevaluasi kinerja keterbukaan data sektoral menuju target kepatuhan 100%.

Baca juga :  Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!