Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan KriminalPekerja Migran Indonesia

​Dua Tahun Tanpa Kabar, Suami PMI Asal Indonesia di Libya Memohon Keajaiban dan Ketegasan Pemerintah

369
×

​Dua Tahun Tanpa Kabar, Suami PMI Asal Indonesia di Libya Memohon Keajaiban dan Ketegasan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Bogor – Rasa cemas dan putus asa kini tengah menyelimuti Dirma Hendri (54), warga Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sudah hampir dua tahun, pria kelahiran 1971 ini kehilangan kontak dengan istri tercintanya, Sumarni (43), yang berangkat mengadu nasib ke negara Libya sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).

​Kepada awak media DpNews Indonesia pada Senin (05/01/26), Dirma menceritakan pilunya perjuangan mencari keberadaan sang istri yang seolah raib ditelan bumi. Niat mulia Sumarni untuk memperbaiki ekonomi keluarga justru berujung pada ketidakpastian yang menyiksa batin.

Baca juga :  Kejagung Tetapkan 7 Tersangka dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah Petral Periode 2008–2015

Upaya Formal yang Berujung Buntu

Dirma mengaku telah menempuh berbagai jalur resmi untuk melacak jejak istrinya. Laporan telah dilayangkan ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) hingga KBRI Tripoli di Libya. Namun, hingga saat ini, belum ada titik terang yang membawa kabar baik.

​”Saya sudah melakukan berbagai cara, termasuk melapor ke instansi terkait. Tapi hasilnya mengecewakan. Istri saya hilang tanpa kejelasan nasib di sana,” ungkap Dirma dengan nada getir.

Baca juga :  SMPN 16 Kota Sukabumi Klarifikasi Isu Rapat Orang Tua, Tegaskan Tak Ada Pungutan Wajib dan Tampilkan Deretan Prestasi

Menanti Ketegasan Pemerintah dan Agency

Meski berada di ambang keputusasaan, Dirma masih menaruh harapan besar pada pemerintah Indonesia. Ia mendesak agar pihak berwenang bertindak lebih tegas, terutama dalam menekan pihak agency yang memberangkatkan Sumarni.

​Dirma menegaskan bahwa dirinya telah menyerahkan seluruh dokumen lengkap yang diperlukan sebagai dasar pengembangan kasus dan pencarian. Ia menuntut keadilan serta transparansi mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya di Libya.

Baca juga :  Perhutani KPH Cianjur Salurkan Santunan Asuransi Kitabisa untuk Keluarga Penyadap Getah di Tanggeung

​Harapan pada Keajaiban

Kini, di tengah penantian yang panjang, Dirma hanya bisa bersimpuh memohon mukjizat. Ia berharap Tuhan memberikan jalan agar Sumarni dapat kembali memberi kabar dan pulang ke pelukan keluarga.

​”Saya hanya berharap ada keajaiban. Saya mohon pemerintah mempertanyakan lagi ke pihak agency. Dokumen sudah saya berikan semua, saya hanya butuh kejelasan dan keadilan untuk istri saya,” pungkasnya.

​Kasus hilangnya Sumarni menambah daftar panjang tantangan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara-negara konflik atau wilayah dengan pengawasan yang sulit. Kini, bola panas berada di tangan otoritas terkait untuk membuktikan komitmen perlindungan warga negaranya di luar negeri.

Baca juga :  Kades Salajambe Bangun Jembatan Cikijing: Akses Lebih Baik untuk Masyarakat Sukaluyu
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!