Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Jenguk Siswa Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di RSKD Duren Sawit

196
×

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Jenguk Siswa Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di RSKD Duren Sawit

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjenguk langsung puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2026).

Pramono menyatakan sebanyak 72 siswa dari empat sekolah di wilayah Duren Sawit/Pondok Kelapa masih dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum. Keempat sekolah tersebut adalah SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.

Baca juga :  Kapolres Cianjur Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Lantas serta Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian

Menurut Pramono, gejala yang dialami siswa meliputi demam, mual, muntah, dan diare. Dugaan sementara mengarah pada menu spageti yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa II pada Kamis (2/4/2026). Ia memastikan kondisi para siswa sudah mulai stabil dan penanganan medis berjalan dengan baik.

Baca juga :  Musrenbang RKPD 2025 Pj Bupati Dedi Supandi Minta Isu Strategis Harus Jadi Arah Pembangunan Majalengka

“Yang tidak ter-cover oleh BPJS Kesehatan, Badan Gizi Nasional (BGN) siap bertanggung jawab untuk membiayainya,” ujar Pramono di lokasi.

BGN juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan menyatakan kesiapan bertanggung jawab penuh terhadap korban, baik siswa maupun guru yang terdampak.

Baca juga :  Plt Bupati Cilacap Ungkap Ratusan Titik SPPG Tanpa Bangunan, Diduga Fiktif

Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mendukung program MBG pemerintah pusat sambil memastikan pengawasan dan standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang.

Hingga berita ini diturunkan, investigasi penyebab pasti keracunan masih dilakukan oleh pihak berwenang. Orang tua siswa diminta tetap tenang karena penanganan medis terus dilakukan secara intensif.

Baca juga :  Bentrok di Cianjur: Dapur MBG Disegel Massa, Dugaan Nepotisme dan Izin Bodong Jadi Pemicu
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!