Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Hashim Peringatkan Ancaman Saham Gorengan dan MSCI, Rupiah Bisa Tembus Rp 21.000

34
×

Hashim Peringatkan Ancaman Saham Gorengan dan MSCI, Rupiah Bisa Tembus Rp 21.000

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo memperingatkan risiko pelemahan rupiah hingga Rp20.000–Rp21.000 per dolar Amerika Serikat (AS), bahkan ada perkiraan mencapai Rp22.000. Peringatan itu disampaikan terkait sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap praktik di pasar modal Indonesia, termasuk dugaan saham gorengan.​

Hashim menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Ia menyebut persoalan free float terbatas dan rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/PER) yang tidak wajar menjadi perhatian MSCI serta investor asing. Kondisi ini berpotensi mendorong arus keluar modal asing dari bursa saham, yang kemudian menekan nilai tukar rupiah.​

Baca juga :  Cara Cek Pencairan Bansos BPNT Tahap Pertama

“Saya sudah hitung bisa jadi Rp20 ribu sampai Rp21 ribu. Ada yang bilang Rp22 ribu. Kalau itu terjadi, pinjaman luar negeri kita harus dibayar lebih mahal. Ini bisa jadi bencana dan malapetaka bagi ekonomi Indonesia,” ujar Hashim. Ia juga mengingatkan dampak politik yang bisa muncul jika pelemahan kurs mencapai level tersebut.​

Menurut Hashim, praktik perdagangan saham yang tidak sehat, termasuk saham-saham yang digoreng dengan free float sempit dan PER ekstrem, merusak kredibilitas pasar. Ia meminta pelaku usaha di Kadin menghentikan praktik tersebut karena pemerintah berencana menindak tegas. Hashim juga mengungkapkan mendapat mandat dari Presiden untuk membantu mitigasi persoalan terkait evaluasi MSCI agar status pasar modal Indonesia tidak turun menjadi standalone market.​

Peringatan ini muncul di tengah konsultasi MSCI mengenai klasifikasi pasar saham Indonesia. Hashim menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor asing demi stabilitas nilai tukar dan perekonomian nasional.

Baca juga :  Polres Purwakarta Terjunkan Personel Ke Lokasi Banjir Di Desa Cikaobandung
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!