Dpnews Indonesia || Jakarta Timur – Potret kelam Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali terjadi, akibat lemahnya pengawasan dan praktik perekrutan secara ilegal mencuat ke publik. Kali ini warga asal Pekayon-Jakarta Timur kembali meminta pertolongan untuk dipulangkan dari Timur Tengah, setelah alami sakit kronis dan tekanan kerja yang berat.
Merry Susanti, warga asal Kel/Desa Pekayon Kecamatan Pasar Rebo – Jakarta Timur yang menjadi rekrutmen PT Bahtera, perusahaan penyalur tenaga kerja ke luar negeri.
Meryy diterbangkan ke Timur Tengah secara unprosedural pada akhir tahun 2024, melalui proses perekrutan oleh sponsor Eli dan di antar langsung oleh Dasep ke Ramli sebagai pihak PT Bahtera berlokasi di Jakarta ke negara penempatan, di tampung di syarekah Abdal, Riyadh Arab Saudi.
“Saya sakit bu, efek dari KB spiral saya, pendarahan terus menerus setelah di operasi, untuk di obati pun kondisi saya masih tetap sama,” ungkap Merry.
“Tolong saya bu, saya mau pulang, tolong bantu saya pulang, kasiani saya, kasian 3 anak saya gada yang urus,” ratap Merry saat di tanya awak media Dpnews Indonesia.
Pihak keluarga sudah berupaya ke mana-mana tapi tidak membuahkan hasil, pada awal Agustus 2025, pihak keluarga mengadu ke Posko Pengaduan Dpnews Indonesia dengan harapan permohonan untuk pemulangan Meryy dapat respon dari pemerintah.
“Permohonan pemulangan PMI yang sakit di Riyadh – Arab Saudi atas nama Merry Susanti sudah kami terima, dan akan kami tidak lanjuti ke KP2MI dan Pihak kepolisian Jakarta Timur, mudah-mudahan segera mendapat respon dari pemerintah,” kata Asep Sumarno Kepala Redaksi Dpnews Indonesia, Jumat (8/8/2025).











