Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Kebakaran Gereja Nehemia Cianjur, Dua Lantai Rusak Berat

85
×

Kebakaran Gereja Nehemia Cianjur, Dua Lantai Rusak Berat

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Gereja Nehemia di Jalan Muhammad Ali, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, terbakar pada Minggu (23/8/2026) sore. Api diduga pertama kali muncul saat pendingin ruangan (AC) dinyalakan menjelang jadwal ibadah pukul 17.00 WIB.

Percikan api disertai asap dan bau terbakar kemudian dengan cepat merambat ke lantai dua dan tiga yang digunakan sebagai sarana ibadah jemaat.

Baca juga :  Jaga Fungsi Waduk Cirata, Anggota TNI Satgas Citarum Sektor 12 Angkat Gulma Eceng Gondok Di Dermaga Coklat

Petugas pemadam kebakaran bersama TNI, Polres Cianjur, BPBD, PMI, Tagana, relawan, dan masyarakat langsung melakukan pemadaman. Sedikitnya 12 unit kendaraan pemadam dikerahkan, termasuk delapan unit Damkar Kabupaten Cianjur, satu unit dari Kodim, serta dua water cannon milik Polres Cianjur.

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurhiko Hadi mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal api berasal dari AC, namun kepastian penyebabnya akan ditentukan melalui pemeriksaan Puslabfor.

“Dugaan sementara api muncul saat AC dinyalakan. Namun penyebab pasti akan diteliti oleh Puslabfor, apakah akibat korsleting atau ada unsur lain,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah petugas dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap saat proses pemadaman.

Baca juga :  Anggota DPRD Bekasi Haryanto SE, Soroti Maraknya Pengiriman PMI Ilegal

Kerugian material diperkirakan cukup besar karena dua lantai bangunan mengalami kerusakan berat. Nilai kerugian masih dalam proses pendataan.

Setelah api berhasil dipadamkan, polisi memasang garis pengaman di sekitar lokasi untuk kepentingan pendinginan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Masyarakat diminta tidak memasuki area tersebut hingga proses pemeriksaan selesai.

Kapolres juga mengapresiasi solidaritas warga yang turut membantu proses penanganan kebakaran. Menurutnya, gotong royong masyarakat, jemaat, relawan, dan petugas menjadi kekuatan dalam menghadapi musibah.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak gereja bersama aparat juga melakukan asesmen terhadap kerusakan bangunan sebelum kegiatan ibadah dapat kembali dilaksanakan.

Baca juga :  Bawaslu Jelaskan Tidak Ada Pengajuan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Di Pilkada 2024
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!