Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Kemenag dan BAZNAS Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat, Cianjur Jadi Lokus Program PEU Berbasis KUA

82
×

Kemenag dan BAZNAS Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat, Cianjur Jadi Lokus Program PEU Berbasis KUA

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Kementerian Agama Kabupaten Cianjur bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur mengikuti Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis Kantor Urusan Agama (KUA) Tahun 2026. Kegiatan nasional yang digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 15 Juli 2026.

Di Cianjur, penandatanganan dipusatkan di Aula BAZNAS Kabupaten Cianjur dan dihadiri jajaran pimpinan Kemenag serta pengurus BAZNAS setempat. Kehadiran secara virtual ini menjadi penanda dimulainya komitmen bersama untuk menggerakkan ekonomi umat dari level paling dekat dengan masyarakat, yakni KUA.

Baca juga :  Harkopnas ke-79, BAZNAS Cianjur Resmi Bentuk UPZ Dekopinda untuk Perkuat Gerakan ZIS

Program PEU Berbasis KUA 2026 dirancang sebagai langkah strategis Kementerian Agama untuk memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia. Fokusnya bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan dengan KUA sebagai simpul utama. Pada tahun ini, program tersebut akan dijalankan di 195 titik KUA yang tersebar di 20 provinsi.

Kabupaten Cianjur mendapat kepercayaan sebagai salah satu daerah pelaksana. Dua KUA ditetapkan menjadi titik lokus program, yaitu KUA Pacet yang bermitra dengan BAZNAS Kabupaten Cianjur, dan KUA Cilaku yang menggandeng LAZ Dana Sosial Al Falah Surabaya. Pemilihan dua wilayah ini diharapkan mampu menjangkau mustahik di kawasan pegunungan maupun perkotaan dengan karakteristik ekonomi yang berbeda.

Usai penandatanganan PKS secara daring, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, H. Agung Taufiqurrohman, menegaskan bahwa pemberdayaan tidak bisa diukur hanya dari sisi materi. Menurutnya, kemiskinan paling berbahaya adalah ketika seseorang kehilangan harapan dan semangat untuk bangkit.

Kita sering memahami kemiskinan hanya dari sisi ekonomi. Padahal yang lebih berbahaya adalah ketika seseorang miskin harapan, semangatnya melemah, dan kehilangan keberanian untuk bangkit. Mudah-mudahan dengan hadirnya program ini tumbuh kembali rasa percaya diri, kemandirian, serta harapan baru bagi para mustahik. Bertumbuh sedikit demi sedikit, tetapi kokoh dan berkelanjutan, ujarnya.

Baca juga :  Kronologi Yanti TKW Asal Karawang, Terlantar 2,5 Tahun di Negara Irak

H. Agung menambahkan, Program PEU Berbasis KUA menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat harus bertransformasi. Zakat tidak lagi berhenti pada sifat konsumtif, melainkan diarahkan menjadi instrumen produktif yang dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat secara struktural. KUA, dengan kedekatannya kepada masyarakat, dinilai sebagai kanal paling efektif untuk memastikan program tepat sasaran.

Senada, Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Cianjur. Ia menyebut program ini sebagai momentum untuk memperkuat peran BAZNAS dalam mendampingi mustahik, mulai dari pelatihan, permodalan, hingga pendampingan usaha.

Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang telah dibangun melalui program ini. BAZNAS Kabupaten Cianjur siap mendukung penuh pelaksanaannya, mulai dari proses pendampingan hingga penyaluran zakat produktif kepada para mustahik sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Semoga ikhtiar bersama ini mampu memberikan manfaat nyata dan melahirkan mustahik yang lebih mandiri secara ekonomi, kata H. Tata.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, H. Abdul Qohar Azij, menutup dengan harapan besar agar kolaborasi ini terus diperkuat. Ia menilai sinergi antara Kemenag, BAZNAS, dan LAZ adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup para mustahik. Dengan 195 titik KUA nasional dan dua di antaranya berada di Cianjur, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang menyentuh langsung ke akar rumput dan memberi dampak jangka panjang bagi umat.

Baca juga :  BAZNAS Cianjur Buka Pospam dan Siapkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Pemudik
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!