Dpnews Indonesia || Cianjur – Cianjur kembali bergema dengan semangat Idul Adha pada Kamis, 28 Mei 2026. Halaman Masjid Agung Cianjur dipadati warga sejak pagi untuk menyaksikan prosesi pemotongan hewan kurban sekaligus mengantre pembagian daging. Tahun ini panitia mencatat sebanyak 11 ekor sapi dan 12 ekor kambing disembelih, jumlah yang dinilai stabil dan menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Bupati Cianjur Dr. Muhammad Wahyu hadir langsung dan menyampaikan sambutan di hadapan jamaah. Dalam pidatonya, beliau mengingatkan kembali kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS yang ikhlas berkurban atas perintah Allah SWT. Menurutnya, nilai pengorbanan dan kepedulian sosial itulah yang harus terus hidup di tengah masyarakat Cianjur, terutama saat momentum pembagian daging kepada warga yang membutuhkan.
Pengurus Masjid Agung Cianjur, Drs. H. Yosep Umar AR., M.H., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kurban tahun ini. Alhamdulillah, jumlah kurban tahun ini tetap bertahan, 11 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Ini artinya kepercayaan para agnia mulai bertambah,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa tren kepercayaan donatur kepada masjid sebagai tempat penyaluran kurban terus meningkat dari tahun ke tahun.
Seperti tahun sebelumnya, Presiden RI juga turut berkurban di Masjid Agung Cianjur. Keikutsertaan kepala negara dinilai menjadi dorongan moral bagi masyarakat dan para donatur untuk menyalurkan hewan kurban melalui masjid kebanggaan warga Cianjur ini. Suasana haru dan khidmat terasa ketika nama-nama donatur disebutkan satu per satu.
Partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan juga terlihat nyata. Putri Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, Neng Asyila, menitipkan hewan kurbannya di masjid ini. Tak ketinggalan, H. Suparno, anggota Wakil MPR RI, juga menyalurkan kurbannya melalui Kabupaten Cianjur. Kehadiran para tokoh nasional dan daerah ini menambah semarak pelaksanaan kurban tahun ini.
Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha dan instansi. Sejumlah nama seperti H. Pandi dari Alam Sunda, manajemen Toserba Selamat, serta beberapa dinas pemerintahan di Cianjur secara rutin menitipkan hewan kurbannya di Masjid Agung. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat inilah yang membuat distribusi kurban berjalan lebih luas.
Untuk penerima manfaat, panitia menargetkan distribusi menjangkau lebih dari 3.000 warga. Angka ini bahkan bisa bertambah karena sistem pembagian tidak hanya menggunakan kupon. Hingga siang hari, tercatat sekitar 5.600 pemohon telah mendaftar. “Mudah-mudahan kita bisa memenuhi target, bahkan melebihi. Insyaallah distribusi bisa sampai 3.000 lebih penerima,” jelas H. Yosep Umar.
Proses pemotongan dan distribusi dilakukan dengan sistem yang tertib agar daging kurban sampai ke warga tepat waktu dan merata. Petugas yang terdiri dari panitia masjid, relawan, dan unsur dinas terkait bekerja bersama menjaga kebersihan, keamanan, dan kelancaran acara. Warga yang mengantre pun tampak tertib dan sabar menunggu giliran.
Di akhir sambutannya, panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan ibadah kurbannya melalui Masjid Agung Cianjur. Harapannya, semangat berbagi ini tidak berhenti pada Idul Adha saja, tetapi menjadi budaya kepedulian yang terus tumbuh di Cianjur. “Semoga Allah SWT menerima kurban kita semua dan memberkahi Cianjur dengan keberkahan,” tutupnya.











