Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Menkeu Purbaya Tegaskan APBN Kokoh dengan Pertahanan Berlapis

82
×

Menkeu Purbaya Tegaskan APBN Kokoh dengan Pertahanan Berlapis

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap solid di tengah berbagai tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak mentah dunia. Pemerintah telah menyiapkan strategi pertahanan berlapis untuk menjaga stabilitas fiskal dan melindungi daya beli masyarakat.

Dalam pernyataannya, Purbaya menekankan bahwa pemerintah telah melakukan simulasi mendalam terhadap skenario harga minyak dunia rata-rata US$100 per barel sepanjang tahun 2026. Meski demikian, defisit APBN diproyeksikan masih dapat ditekan di kisaran 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), di bawah ambang batas aman 3 persen.

Baca juga :  Polres Metro Bekasi Gelar Police Goes To School di SMAN 1 Cikarang Timur

“Kita sudah hitung dengan teliti pertahanan berlapis-lapis untuk memastikan ekonomi kita aman dan rakyat terlindungi,” ujar Purbaya, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Keuangan.

Baca juga :  Kodim 0617 Gelar Olahraga Bersama Forkopimda Peringati Hari Infanteri, Hari TKR, dan HUT ke-76 Korem 063/SGJ

Salah satu pilar utama strategi tersebut adalah menjaga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026. Pemerintah memanfaatkan efisiensi belanja, pemanfaatan cadangan kas, serta optimalisasi penerimaan negara—termasuk pertumbuhan pajak yang mencapai 20,7 persen pada triwulan I 2026—untuk menyerap gejolak harga energi tanpa membebani masyarakat.

Purbaya juga membantah isu yang beredar bahwa APBN hanya mampu bertahan dalam waktu singkat. Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia masih kuat sebagai shock absorber di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Baca juga :  Purbaya Sidak Cek Daya Beli Masyarakat ke Pasar Tanah Abang 

Realisasi APBN hingga triwulan pertama 2026 menunjukkan defisit sebesar 0,93 persen PDB atau Rp240,1 triliun, dengan penerimaan pajak yang tumbuh solid. Pemerintah terus memantau perkembangan dan siap menyesuaikan langkah pengamanan jika diperlukan.

Dengan fondasi APBN yang kokoh ini, pemerintah optimistis dapat terus mendukung program prioritas nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Baca juga :  Purbaya Pastikan Harga BBM Stabil Tanpa Guncang APBN
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!