Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Menteri LH: Gelondongan Kayu Terseret Banjir Sumatera Bisa Dimanfaatkan Kembali

266
×

Menteri LH: Gelondongan Kayu Terseret Banjir Sumatera Bisa Dimanfaatkan Kembali

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa ribuan gelondongan kayu yang terseret arus banjir bandang di wilayah Sumatera dapat dimanfaatkan kembali sebagai limbah spesifik, selama tidak melanggar aturan tata usaha kayu dari Kementerian Kehutanan. 18/12/2025.

Pernyataan ini disampaikan Hanif dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/12/2025), menyusul temuan gelondongan kayu yang menumpuk di berbagai lokasi terdampak banjir, seperti pantai, sungai, dan pemukiman di Sumatera Utara, Aceh, serta Sumatera Barat.

Baca juga :  4 Polisi Polda Maluku Dilaporkan atas Dugaan Pemerasan Pengusaha Rp 800 Juta

“Pemanfaatan limbah spesifik sepanjang memang tidak bertentangan dengan tata usaha kayu yang diatur oleh Kementerian Kehutanan, maka kami memasukkan itu dalam kategori yang bisa dimanfaatkan,” ujar Hanif.

Ia menambahkan, Kementerian LH akan segera menerbitkan panduan bagi pemerintah daerah terdampak untuk mengelola dan memanfaatkan kayu tersebut, misalnya untuk keperluan sosial atau industri kerajinan setempat.

Sebelumnya, Hanif telah melakukan verifikasi lapangan di sejumlah titik, seperti Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara.

Baca juga :  Kejagung Tetapkan Samin Tan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Tambang di Kalimantan

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa sebagian kayu berasal dari penebangan manusia, termasuk indikasi pembukaan lahan sawit, meskipun ada pula yang dari pohon tumbang alami.

Hanif menegaskan, jika ditemukan pelanggaran seperti pembalakan liar atau pembuangan kayu sengaja ke sungai, pihak terkait akan diproses secara hukum, termasuk pidana.

Baca juga :  Layanan Pangkas Rambut Gratis Bagi Anak-anak Papua dari Satgas Yonif 323 Buaya Putih

Banjir bandang yang dipicu curah hujan ekstrem ini telah menyebabkan kerusakan luas dan menimbulkan sorotan publik terhadap pengelolaan hutan di hulu daerah aliran sungai (DAS).

Kementerian LH terus berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan aparat penegak hukum untuk menelusuri asal-usul kayu serta mencegah kerusakan lingkungan serupa di masa depan.

Baca juga :  Shanum Zahsy Askanah dari Riau Raih Juara II Hafiz Indonesia 2026
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!