Dpnews Indonesia || Florida – NASA berhasil meluncurkan misi Artemis II pada Rabu, 1 April 2026 pukul 18:35 waktu setempat (EDT) atau Kamis dini hari WIB, menandai kembalinya manusia ke lingkungan dekat Bulan untuk pertama kalinya sejak program Apollo berakhir pada 1972.
Roket Space Launch System (SLS) yang membawa kapsul Orion lepas landas dari Launch Complex 39B di Kennedy Space Center, Florida, membawa empat astronot dalam misi uji coba berdurasi sekitar 10 hari. Misi ini bertujuan menguji sistem SLS dan Orion di luar orbit Bumi rendah sebelum misi pendaratan berawak di masa depan.
Kru Artemis II terdiri dari:
- Komandan Reid Wiseman (NASA)
- Pilot Victor Glover (NASA)
- Mission Specialist Christina Koch (NASA)
- Mission Specialist Jeremy Hansen (Canadian Space Agency)
Ini merupakan misi berawak pertama program Artemis. Misi ini juga mencatatkan sejumlah “pertama”: Koch menjadi wanita pertama yang terbang ke dekat Bulan, Glover menjadi pria kulit hitam pertama yang melakukannya, serta Hansen sebagai astronot non-Amerika pertama yang bergabung dalam misi lunar.
Setelah lepas landas, Orion berhasil memisahkan diri dari roket dan memasuki orbit Bumi tinggi. Kru dilaporkan dalam kondisi baik dan telah melakukan manuver awal, termasuk perigee raise maneuver dan apogee raise burn untuk mempersiapkan perjalanan menuju Bulan. Misi ini akan membawa mereka melintasi sisi jauh Bulan dalam lintasan bebas kembali (free-return trajectory) sebelum kembali ke Bumi dengan pendaratan di Samudra Pasifik pada sekitar 10 April 2026.
Artemis II merupakan langkah krusial menuju tujuan jangka panjang NASA untuk membangun kehadiran berkelanjutan di Bulan dan mempersiapkan eksplorasi manusia ke Mars. Misi ini juga melibatkan kontribusi internasional, termasuk dari Badan Antariksa Kanada (CSA).
Hingga berita ini diturunkan, komunikasi dengan kru sempat terganggu sementara pasca-lepas landas, namun NASA menyatakan tim pengendali misi sedang menangani situasi tersebut dan kru berada dalam semangat tinggi.
Peluncuran ini disaksikan secara langsung oleh jutaan orang di seluruh dunia melalui siaran NASA. Informasi lebih lanjut akan terus diperbarui seiring perkembangan misi.











