Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomiNasional

Penanaman Lima Hektar Jagung Hibrida oleh Bumdes Desa Jatimekar

441
×

Penanaman Lima Hektar Jagung Hibrida oleh Bumdes Desa Jatimekar

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bandung Barat – Demi terciptanya ketahanan pangan juga pemberdayaan  masyarakat  pada periode anggaran 2025, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Jatimekar Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat. Pada Kamis, 02/10/25 mengelar tanam perdana jagung hibrida seluas lima hektar diatas tanah aset Desa Jatimekar.

Acara yang dihadiri Forkopimcam tokoh masyarakat juga warga yang tergabung sebagai pengelola Bumdes, bersama sama mengawali penanaman, dikomandoi Kepada Desa Jatimekar, H. Dono Sumpena sebagai pengawas dan penasehat dalam badan usaha tersebut.

Baca juga :  Pengabdian Tanpa Henti Oleh Satgas Yonif 323 Untuk Anak-Anak Pedalaman Papua

Kepada awak media, H. Dono Sumpena  mengharapkan agar kucuran Dana Desa untuk Badan Usaha Milik Desa (Bundes) dalam dirasakan manfaatnya untuk masyarakat.

“Saya H. Dono Sumpena Kepala Desa Jatimekar, Alhamdulillah pada pagi hari ini saya sangat gembira launching perdana penanaman jagung yang dilaksanakan oleh Bumdes Jatimekar dan dihadiri Bapak Kapolsek, Bapak Camat, Bapak Danramil segenap Forkopimcam dan tidak lepas dari pendamping desa juga BPP Kecamatan Cipeundeuy, Alhamdulillah launching sudah dilaksanakan dan mudah mudahan ini untuk ketahanan pangan yang anggaran dari dana desa yang dua puluh persen bisa dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Baca juga :  Dandim 0617/Majalengka Gelar Silaturahmi dengan Pengurus Cabang PMII, Bahas Ketahanan dan Peran Mahasiswa

Menurut Kepala Desa yang akrab dipanggil Abah itupun menjelaskan, jikalau  penanaman jagung tersebut dikelola oleh tiga kelompok  yang dipelopori oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

“Penanam jagung ini ada dibagi tiga kelompok yang dipelopori oleh Gapoktan Desa Jatimekar, istilahnya kelompok itu bukan kelompok yang sudah punya simbul dan sebagainya tapi kelom yang yang dilapangan yang terdiri dari dua puluh tiga petani yang melaksanakan dan bercocok tanam disini,” ucap H Dono.

“Untuk keuntungannya jadi Bumdes membiayai dan memodali kepada petani pupuknya, termasuk istilahnya alat alat, tapi itu tidak di gratiskan, sipat nya itu nenyar (Panen Bayar), tapi penghasilan nya mutlak untuk petani, hanya tidak bisa menjual keluar yaitu ditampung lagi Bundes dan nanti kerjasama sesuai dengan arahan pak Kapolsek bahwa istilahnya sudah kordinasi dengan pihak Bulog jadi nanti dari pihak Bulog akan menyesuaikan harga,” pungkasnya.

Baca juga :  Gerhana Bulan Total Blood Moon Terjadi Tanggal 7 - 8 September 2025

Sementara itu Oyat sebagai Ketua Bumdes Jatimekar, mengharap agar program Bumdes dapat berhasil dengan baik dan bisa membantu masyarakat dalam bidang ketahanan pangan.

“Program yang diadakan di Desa Jatimekar adalah program ketahanan pangan tahun 2025 – 2026 tentang jagung, dan harapan kami sebagai ketua Bumdes mudah mudahan program ini dapat berhasil dengan baik dan dapat membantu masyarakat yang ada di sekitar Desa Jatimekar,” ungkapnya.

Baca juga :  Jasad Korban Kecelakaan Jembatan Kalipelus Purwokerto Ditemukan 6,2 Kilometer dari TKP
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!