Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Geger! 10 Makam Berukuran Tidak Biasa, Kepala Desa Cikancana Minta Awak Media Memviralkannya

691
×

Geger! 10 Makam Berukuran Tidak Biasa, Kepala Desa Cikancana Minta Awak Media Memviralkannya

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Setelah Viral kemunculan makom Prabu Siliwangi di Kampung Baduga, Desa Kutawaringin, Kecamatan Mande kini makam yang diduga fiktif muncul di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Barulimus, Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Sabtu, (29/3/25).

Tidak tanggung tanggung oknum kuncen membuat kuburan yang berukuran tidak seperti pada umumnya tersebut berjumlah 10 makam.

Baca juga :  Awali Kampanye Pilgub, Jeje-Ronal Datangi Basis Suara Dedi Mulyadi

Alhasil warga pun resah dengan kemunculan makam yang belum jelas silsilahnya tersebut dan meminta oknum kuncen dapat menjelaskan sejarah dari keberadaan makam makam tersebut.

Geram atas tindakan oknum kuncen, Kepala Desa Cikancana, Nanang mengintruksikan agar para awak media memviralkan kuburan yang diduga palsu tersebut, karena dikhawatirkan dapat menyesatkan warga.

Baca juga :  Sertifikat Warga Yang Sengaja Ditahan Oleh Pihak Ke Tiga BPN Tidak Ada Solusi

Permintaan agar awak media memviralkan makam palsu tersebut bahkan diunggah di media sosial tiktok dengan akun @kepaladesacikancan.

Dalam Vidio yang berdurasi 1 menit itu, Nanang meminta bantuan kepada para awak media yang tengah mewawancarainya agar memuat berita sebagai efek jera terhadap pembuat makam palsu tersebut.

Baca juga :  Pihak PLN Rengasdengklok Akan Langsung Tindak Lanjuti Terkait KWH Terbang

“Kejadian ini para media semua tolong di viral kan saja supaya ada efek jera,” kata Nanang dihadapan para wartawan.

Nanang bahkan menyebutkan jika awak media tidak memviralkan makam yang diduga palsu dan dikhawatirkan dapat menyesatkan agar berhenti menjadi wartawan.

Baca juga :  Menkomdigi Bantah Akan Gugat Amien Rais atas Pernyataan soal Prabowo

“Kalau tidak di viral kan jangan jadi media mohon maaf kami sebagai pemerintahan desa janga takut takut kita demi kebenaran jangan menyesatkan orang kita sama niat ibadah supaya menjanjikan di dalam ini dia jadi efek jera tidak akan melakukannya lagi,” ungkapnya kesal.

Sementara pembuat makam saat disambangi ke kediamannya untuk dimintai keterangan mengenai sejarah atau silsilah 10 makam tersebut sedang tidak berada di rumah maupun di lokasi makam.

Baca juga :  Sepanjang 2024, Pemkab Purwakarta Tindaklanjuti 1.298 Aduan Masyarakat
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!