Dpnews Indonesia || Seoul – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Seoul pada Rabu (1/4/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka kunjungan kenegaraan Prabowo ke Korsel, yang merupakan kelanjutan dari lawatan ke Jepang.
Kedua pemimpin sepakat memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pertahanan, mineral kritis, serta kecerdasan buatan (AI). Pertemuan di Cheong Wa Dae ini juga disertai penandatanganan beberapa nota kesepahaman (MoU) penting.
Dalam pernyataannya, Presiden Lee Jae-myung menekankan pentingnya memperluas kerja sama dari sektor perdagangan dan investasi tradisional ke bidang pertumbuhan masa depan seperti AI, teknologi digital, industri pertahanan, mineral kritis, pembangunan kapal, energi nuklir, transisi energi, serta industri budaya. Lee menyebut kerja sama kedua negara sebagai model “win-win” di mana Korea menyediakan teknologi dan Indonesia menawarkan sumber daya alam.
Sementara itu, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, serta pertahanan dan keamanan. Pembahasan pertahanan mencakup kelanjutan proyek pesawat tempur KF-21 Boramae, yang menjadi salah satu fokus utama kerja sama industri pertahanan kedua negara.
Kunjungan ini juga membahas isu ketahanan sumber daya dan energi di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi. Kedua pihak berharap kerja sama di sektor mineral kritis dan teknologi dapat mendukung ketahanan ekonomi kedua negara.
Prabowo tiba di Seoul pada Selasa (31/3/2026) malam waktu setempat dan disambut dengan upacara kenegaraan, termasuk penghormatan 21 tembakan meriam. Kunjungan kenegaraan ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (2/4/2026) dan diharapkan menghasilkan peta jalan kerja sama jangka menengah hingga panjang antara Indonesia dan Korea Selatan.
Hubungan bilateral Indonesia-Korea Selatan telah mencapai tingkat kemitraan strategis khusus, dengan perdagangan dan investasi Korea yang signifikan di Indonesia, terutama di sektor baterai kendaraan listrik dan pengolahan nikel. Pertemuan ini diharapkan semakin mengukuhkan posisi kedua negara sebagai mitra penting di kawasan Asia-Pasifik.











